BRIDGING COURSE 03

Standar

SISKA PURBA
ILMU KOMUNIKASI 2012
BLOG : siskailkom12.wordpress.com

PROFIL NARASUMBER

Nama : Lisa Lindawati
Profesi : Aktivis Karang Taruna Jaya
Tempat lahir : Bantul
Tanggal lahir : 7 Juli 1987
Pendidikan yang :
pernah ditempuh
• TK : TK aba dalam
• Hobi : membaca, menulis, dan berteman

• SD : SD Singosaren
• SMP : SMP Singosaren
• SMA : SMA Negeri Sembilan Yogyakarta
• Pendidkan
yang
pernah di
tempuh : sarjana komunikasi UGM
(sekarang sedang
menempuh kuliah di ilmu
komunikasi program pascasarjana
UGM)

WANITA BESI, DI BALIK KARANG TARUNA

Tiga tahun menjadi aktivis di Karang Taruna Kusuma Jaya ( tahun 2009 – 2012 ), Lisa Lindawati, wanita kelahiran Bantul ini, mengaku sangat menikmati peran yang di peroleh nya di karang taruna ini.Dia mulai menjadi aktivis pada tahun 2009. Keseriusan nya menekuni bidang ini tampak pada kedudukan peran yang diperolehnya. Awalnya, dia hanya menjadi seksi yang mengepalai bidng tertentu. Kemudian di tahun 2011, menjabat sekretaris, dan di tahun 2012 ini, diangkat menjadi ketua baru. Kehadiran Lisa, sebagai sarjana Komunikasi UGM, memberi warna tersendiri bagi karang taruna jaya.Motivasi beliau adalah tanggung jawab sosial bagi masyarakat sendiri.
Sebagai ketua baru, beliau memiliki visi dan misi yang terbaru pula dalam program nya ke depan, yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, yaitu : mengembangkan akses pendidikan, akses informasi, dan peluang ekonomi. Seperti yang telah dilakukan sebelumnya dalam pengembangan akses pendidikan di dirikan sanggar Sinau Bareng , untuk menampung yang putus sekolah, yang pada umumnya anak yatim piatu agar dapat mengecap dunia pendidikan. Selain itu, menggalakkan program ikut paket B dan C, yang di gratiskan.
Anggota karang taruna ini pada umumnya adalah pemuda yang tidak melanjutkan pendidikan. Selain karena faktor ekonomi, faktor mental juga menjadi penyebabnya. Banyak pemuda tersebut yang orang tuanya masih tergolong mampu untuk membiayai pendidikan, tetapi banyak teman – teman di lingkungannya yang putus sekolah, mereka pun ikut tidak sekolah. Karena itulah, fokus pengurus karang taruna ini pada program pendidikan. Belaui juga menambahkan program pendidikan yang lain, yaitu : desain grafis, buletin, dan lain lain. Banyaknya pemuda yang putus sekolah di desa Sangosaret ini, menyebabkan angka pengangguran semakin besar. Untuk itu, mereka dibekali pengetahuan ekonomi produktif .
Keefektifan telah di terapkan di karang taruna ini, dapat dilketahui dari struktur organisasinya yang tidak memiliki wakil ketua, digantikan koordinator seksi, untuk mempertanggungjawabkan bidang masing – masing. Struktur organisasinya terdir atas: ketua, bendahara, sekretaris, seksi ( ada tujuh seksi: seksi humas, usaha kesejahteraan sosial, lingkungan hidup, olahraga dan kesenian, serta kerohanian), dan koordinator seksi.
Beliau juga menyatakan telah banyak program yang telah mereka realisasikan, yaitu: semakin banyaknya masyarakat Desa Sangosaret yang memperoleh kesempatan meraih pendidikan, pengadaan pojok baca dan sanggar yang dinamakan Sanggar Sinau Bareng, yang menjadi fasilitator anggota karang taruna ini, untuk mendapatkan pengetahuan dari luar dan dalam negeri.
Manfaat keberadaan karang taruna ini juga telah dirasakan masyarakat setempat. Sesuai sasarannya yang lebih banyak pemuda, dengan adanya karang taruna ini, pemuda memperoleh ruang untuk bertukar informasi dan lowongan kerja. Manfaat sederhana lainnya namun memberi pengaruh yang besar adalah pemuda menjadi lebih optimis, berguna dan membangun desa. Adanya karang taruna ini di Desa Singosaret, juga menyebabkan semakin banyak nya frekuensi interaksi masyarakat setempat dengan pemerintah karena Karang Taruna Jaya Kusuma ini berada di bawah kementerian sosial, sesuai dengan kegiatan nya sebagai rekan pemerintah untuk menyelesaikan kesejahteraan di level kelurahan atau desa. Pemerintah semakin sering mengadakan kunjungan ke desa yang termasuk daerah suburban ini, tanpa adanya intervensi, tetapi wajib mendukung dan mebuka ruang untuk setiap kegiatan karang taruna.
Fasilitas – fasilitas yang ada, diperoleh dari alokasi dana desa, swadaya pengurus karang taruna (meskipun dalam jumlah kecil), donasi masyarakat sekitar, investor di Singosaret secara rutin, dan hai ekonomi produktif.
Sebagai sarjana komunikasi, Lisa memahami akan kebutuhan komunikasi di antara anggota karang taruna dan masyarakat sekitar. Beliau mengadakan forum komunikasi yang formal dan informal. Manfaatnya di peroleh lewat gotong royong masyarakat dan anggota karang taruna yang semakin kuat. Seperti sebelumnya, karang taruna Jaya Kusuma menjadi tuan rumah bakti,dalam acara pertemuan tiga bulanan, yang dihadiri 75 desa.Para pengurus bertemu dan saling memancing inspirasi dengan tetap berpijak pada pedoman dasar kementrian sosial Republik Indonesia, undang-undang karang taruna nasional dengan sedikit improvisasi.
Gotong – royong yang masih kuat juga tampak saat Desa Sangosaret mendapat kunjungan kementrian sosial. Kekurangan biaya menjadi kendala dalam acara tersebut. Ibu-ibu dasawisma menunjukakan rasa memilki dan antusiasmenya dengan bersedia menyajikan hidangan makanan ringan dalam acara penyambutan kemensos itu.
Sosok Lisa sebagai alumni dengan jurusan yang di favoritkan dan kampus terakreditasi, menggambarkan sosok wanita besi. Meskipun secara teknis, beliau bukan lah pendiri awal karang taruna ini namun keberadaannya menjadikan karang taruna ini sebagai cahaya untuk keberadaan karang taruna lainnya di Indonesia. Beliau telah berhasil membuktikan bahwa warga desa sekalipun mempunyai potensi dan dapat mengambil bagian dalam kemajuan negara Indonesia, melalui kemajuan desa.
Tak hanya kesuksesan program, beliau juga sering kali mendapatkan kendala saat menjalankan perannya. Para pemuda desa sering kali tawuran dengan pemuda desa lain yang disebabkan oleh hal sederhana seperti salah paham karena permainan sepak bola dan teman wanita. Untuk mengatasinya, dibuka ruang pertemuan karang taruna unit, untuk saling mengenal dan melenyapkan rasa perselisihan. Setiap kelurahan dan desa mempunyai maslah sendiri, itulah sebabnya karang taruna didirikan di level desa dan kelurahan.
Kesukaan beliau dalam berpartisipasi dalam karang taruna ini, selain karena berada di wilayah kelahirannya, posisi desa ini dekat dengan wilayah perkotaan sehingga lebih mudah menyerap informasi, juga menanamkan kepekaan sosial untuknya. Beliau berharap karang taruna menjadi pilar kesejahteraan sosial bagi masyarakat Singosaret dengan lebih memahami masyarakat sendiri.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s