BRIDGING COURSE 05

Standar

OPINI PUBLIK SETTINGAN MEDIA MASSA?
Hakikat nya, media massa atau pers hadir di tengah masyarakat untuk mengungkapkan kembali fakta yang beredar di masyarakat hingga tercapainya opini publik.Seperti defenisi pers yang di utarakan Wilbur Schramm (pencetus Ilmu komunikasi) d alam bukunya Four Theories of the Press dikemukakan 4 teori terbesar pers, yaitu the authotarian, the libertarian, the social responsibility dan the soviet communist theory. Keempat teori tersebut mengacu pada satu pengertian pers sebagai pengamat, guru, dan forum yang menyampaikan pandangannya tentang banyak hal yang mengemuka ditengah tengah mesyarakat

Media massa sangat besar peranannya dalam mempengaruhi opini publik.Sekarang ini, hampir setiap media massa memiliki settingan tersendiri dalam bentuk agenda dalam mengutarakan pendapatnya di tengah khalayak.
Dalam proses menuju pencapaian opini publik, media massa (surat kabar, radio, televisi,televisi dan internet), seolah menciptakan sebuah skenario dengan 2 versi yang berbeda, yaitu : melalui pengamatan terhadap fakta di lapangan, media massa membentuk isu dengan menyaring fakta yang diamati (fakta yang menjadi sasaran pemberitaan tidak sepenuhnya di sajikan akurat) atau isu terpenting yang menyangkut masalah masyarakat di kemas dan di sajikan di media massa
Peran media massa yang seperti inilah nantinya yang akan menimbulkan berbagai kontraversi mengenai peran media massa yang seharusnya. Hal yang paling fatal adalah jika ada orang yang memiliki pengaruh besar menjadi pengatur proses tercapainya opini publik. Hal seperti ini lah yang nantinya bisa menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap peran media massa.

Tidak jarang di media massa ( terutama surat kabar dan televisi), kita melihat adanya isu yang terbentuk dengan campur tangan pihak yang memilki kekuasaan lebih tinggi. Misalnya dalam sebuah kampanye pemilu, seringkali di hadirkan isu profil kandidat atau calon pemimpin.Namun, yang di hadirkan di pers hanyalah isu positif seperti prestasi apa yang telah di capai kandidat tersebut untuk menarik rasa simpati masyarakat.
Media massa sekarang ini juga sering menghadirkan isu dengan beriorientasi komersial dengan menampilkan berita terbaru yang sedang hangat di perbincangkan. Seringkali di stasiun tv yang berbeda dan jam tayang berbeda pula kita melihat suatu berita yang sama di tayangkan.Fenomena ini sering membuat kita termakan isu jika sering menonton tv.

Ironisnya, mereka yang sudah tidak mempercayai kinerja media massa membentuk opini publik yang menyangkut isu penting (isu kenegaraan misalnya) , mulai mengalihkan perhatian ke sajian pers yang bersifat menghibur.Hal yang lebih parah, jika mereka mulai menganggap seluruh isu sajian media massa adalah hiburan. Misalnya, ketika pers dengan mengebu-gebu menyajikan seluruh pemberitaan tentang isu kenaikan yang melibatkan peran menteri ekonomi, mereka menggap seluruh komentar,pendapat, dan kebijakannya hanyalah untaian kata penghiburan.
Pengaplikasian media massa dalam menjalankan peran di masyarakat, memang berhasil. Namun, seringkali keberhasilan mereka tidak sesuai dengan tuntutan peran yang seharusnya. Seperti dalam penyajian berita pembangunan infrastruktur suatu daerah. Pers seharusnya di tuntut mengutarakan fakta yang sebenarnya.Mungkin dengan mendeskripsikan kerusakan infrastruktur daerah tersebut secara detail.

Akan tetapi, dalam pemberitaan seperti ini pers menyaring fakta yang harusnya di ungkapkan dan membentuk isu baru dengan lebih banyak berbicara tentang peran pemerintah daerah setempat dalam penaganan pembangunan infrastruktur daerah mereka. Dalam kasus ini, pers berhasil membentuk opini publik tetapi bukan opini yang sebenarnya, melainkan opini settingan.

Kasus lain dengan penyajian settingan yang berbeda oleh media massa adalah kasus penegboman di Bali. Dalam penyajian berita tentang ini, pers lebih menyoroti pelaku pengeboman ( berorientasi pada settingan kedua), tanpa mengkaji hal apa yang menyebabkan pengeboman itu terjadi. Bisa saja dengan mengamati kebudayaan masyarakat bali, kebudayaan pengunjung local, dan kebudayaan pengunjung dari luar negeri. Kemungkinan besar, pemahaman akan sesuatu yang di motivasi dengan perbedaan kebudayaan dapat berbeda yang bias menghasilkan bentrokan hingga aksi pembunuhan. Hal seperti ini juga seharusnya penting menjadi kajian pers.

Peran media massa sebagai pemegang kunci pembentukan opini public yang paling efektif, seharusnya mengarahkan dan mengampanyekan suatu hal dengan tetap berorientasi kepentingan khalayak umum.Media massa memang memiliki kunci pembentukan opini public, jiak pun harus melakukan settingan dalam penyajian isu atau berita hendaknya berorientasi niali kebenaran.

DAFTAR PUSTAKA
WWW.WIKIPEDIA.ORG/WIKI/MEDIA_MASSA

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s