Monthly Archives: Oktober 2012

#BRIDGING COURSE 10

Standar

SESEDERHANA SALAM UNTUK SERUMIT KONFLIK

Mewabahnya konflik di Indonesia,sudah menjadi fakta warisan yang menjamur.Seringkali kita menemukan konflik-konflik di Indonesia.

Di televisi kita menyaksikan konflik antar suku yang berpuncak pertengkaran hingga berkorban nyawa.Gerakan separatime daerah juga bermunculan.

Kita hanya bisa memberikan pandangan secara subjektif.Banyak yang memandang itu terjadi karena kinerja aparat pemerintahan yang belum maksimal atau bahkan kita mulai menampakkan keberpihakan terhadap salah satu suku.Tersiratnya, kita sudah menumbuhkan benih potensi konflik yang baru.

Seiring memanasnya konflik, aparat pemerintah mulai muncul di banyak media mengumbar kalimat-kalimat manis,mencoba menyembunyikan kenyataan.

Pluralisme yang kita miliki selama ini, seringkali menimbulkan konflik terutama karena kemajemukan agama dan suku yang kita miliki.

Namun, sudah relakah kita merusak keunikan Indonesia dengan konflik yang kita picu?
Konflik nasional memang memberi dampak yang besar,tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengatasi nya dengan mulai mengurangi skala konflik itu.

Kita hanya butuh komunikasi yang baik untuk mencegah konflik.Sesederhana saat kita mengucapkan salam kepada orang yang baru kita kenal.

Dilihat dari jumlah kebudayaan, Indonesia memiliki 16 kebudayaan asli.Kebudayaan itu antara lain: kebudayaan Nias,kebudayaan Mentawai,kebudayaan Irian Jaya,kebudayaan Batak,kebudayaan Kalimantan

Tengah,kebudayaan Minahasa,kebudayaan Ambon,kebudayaan Flores,kebudayaan Timor,kebudayaan Aceh,kebudayaan Minangkabau,kebudayaan Bugis-Makassar,kebudayaan Bali,kebudayaan Sunda,kebudayaan Jawa,dan beberapa kebudayaan lain yang berasal dari luar,sperti kebudayaan Tionghoa (Koentjaraningrat 1982).

Sedangkan agama yang diakui di Indonesia ada 6,yaitu agama Kristen, Katolik, Islam, Budha, Hindu, dan Konghucu.

Selama ini, konflik yang terjadi di Indonesia seringkali berdasarkan pluralisme agama dan kebudayaan yang dimiliki setiap suku.Bahkan, terkadang ada konflik kecil yang kemudian membesar karena pelaku konflik mengatasnamakan agama dan suku.

Kepluralismean bangsa Indonesia merupakan faktor aneka warna bangsa Indonesia.Hal ini sering kita banggakan,tetapi di sisi lainnya, ini juga membuat pembangunan lebih sukar.

Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang memiliki kesamaan ciri,kehendak dan adat istiadatnya sudah pasti lebih mudah daripada mengurus sejumlah orang yang semuanya berbeda-beda mengenal hal-hal tersebut tadi apalagi kalau orang-orang yang berbeda-beda itu tak dapat saling bergaul baik satu dengan lain (Koentjaraningrat 1982:375).

Banyaknya fenomena konflik di Indonesia bukan berarti tidak ada solusi untuk mengurangi dan mengatasinya.Kita hanya butuh keberanian untuk memulai komunikasi dengan yang lainnya.Tepatnya komunikasi perdamaian.

Masyarakat Pontianak,Manado,Kupang,dan Makassar telah memulainya dengan melakukan komunikasi lewat dialog semiloka.Mereka merumuskan bahwa perdamaian bukanlah sebuah keadaan yang tidak ada lagi perbedaan,tetapi justru yang menghargai perbedaan.Perdamaian tidak harus semuanya menjadi sama,tetapi saling menghormati (Tanuwibowo: 2002)

Keefektifan komunikasi dalam mencegah dan mengatasi konflik juga dapat kita temui dalam pelaksanaan otonomi daerah.Pada dasarnya, pemerintah mewujudkan ini sebagai realisasi dari sistem desentralisasi.
Agar terjalin kerjasama antar daerah yang melibatkan daerah-daerah otonom dilakukan dialog yang berwujud sharing (dalam Pratikno,Yudhoyono 2002:12).

Semakin tinggi derajat sharing mereka, semakin banyak kerjasama yang terwujud dan kemungkinan terjadinya konflik semakin kecil.Demikian sebaliknya, semakin rendah derajat sharing semakin sedikit kerjasama yang terwujud dan kemungkinan konflik terjadi semakin besar.

Jika melakukan komunikasi antardaerah masih tergolong sulit untuk dilakukan maka hal ini dapat diwujudkan melalui kelompok yang lebih kecil,yaitu melalui pembentukan komunitas.

Di dalam sebuah komunitas, terjadi komunikasi yang akan menumbuhkan keinginan untuk mengenalkan komunitasnya kepada komunitas yang memiliki kebudayaan berbeda.

Kita juga perlu membangun pusat-pusat komunitas yang memungkinkan orang-orang dari berbagai kelompok bersosialisasi (Deddy Mulyana 2001:14).
Kesenian daerah menjadi alternatif baru untuk berkomunikasi.Selain memperkenalkan kebudayan masing-masing daerah juga membangun sosialisasi satu dengan lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Pak Dalang dan rekannya.Mereka melakukan pertunjukan wayang untuk menyampaikan pesan (Keluarga berencana) kepada penontonnya.

Pertunjukan seni tradisional wayang golek sebagai sarana hiburan penerangan dan pendidikan adalah media kegiatan menyampaikan pesan kepada penonton oleh Pak Dalang bersama rekan-rekannya (Onong Uchjana 1986:182).
Dilihat dari aspek individu, mencegah dan mengatasi adanya konflik dapat dilakukan setiap orang dengan melakukan hubungan manusiawi.Hubungan manusiawi termasuk komunikasi karena sifatnya action oriented, mengandung kegiatan untuk mengubah sikap,pendapat atau perilaku seseorang (Onong:2003).

Cakupan komunikasi bukan tidak hanaya menggunakan kata-kata (komunikasi verbal) tetapi juga penyampaian pesan nonverbal yang berhubungan dengan cara mengungkapkan pesan verbal (disebut pesan paralinguistik).Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda (Jalaluddin Rakhmat tanpa tahun :292).

Komunikasi menggunakan simbol juga dapat memicu konflik yang berada disekitar masyarakat.Simbol yang dimaksud tidak harus berupa karya manusia.Manusia sendiri juga merupakan simbol yang hidup.Dari semua simbol, simbol yang paling kuat adalah manusia yang hidup (widyamartaya:2006).

Kekuatan manusia sebagai simbol lewat aplikasi ilmu,sikap,dan perilaku dapat memicu hal positif dan negatif, tergantung bagaimana kita merepresentasikannya dalam kehidupan.Hal negative yang ditimbulkan dapat berupa separatisme dan jenis konflik lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

(Daya kekuatan simbol,di terjemahkan oleh A.Widyamartaya,Yogyakarta, penerbit kanisius(anggota IKAPI)) F.W.Dillistone.2006, the power of Symbols )

(kerjasama antar daerah, ed :Dr.Pratikno, M.Soc.Sc,2007, Yogyakarta, diterbitkan oleh program s2 politik local dan otonomi daerah ugm, jurusan ilmu pem (jip) fisipol ugm, percetakan Jogja global media).

Rakhmat Jalaluddin.Tanpa tahun.Psikologi Komunikasi.Bandung.REMAJA KARYA

Uchjana Effendy,Onong.2003.Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.Bandung.PT.REMAJA ROSDAKARYA.

Budi S.Tanuwibowo,dkk.2002.Yogyakarta.PUSATAKA BELAJAR

Mulyana,deddy.2001.Nuansa-nuansa Komunikasi.Bandung.PT.REMAJA ROSDAKARYA

Uchjana,onong.1986.Dinamika Komunikasi.Bandung.CV.REMAJA KARYA

N

Iklan

#BRIDGING COURSE 09

Standar

EKSISTENSI TWITTER, SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI

Dewasa ini, kehadiran jaringan sosial media telah memberi kontribusi yang besar bagi masyarakat Indonesia. Lewat fitur yang telah disediakannya, masyarakat dapat memenuhi kebutuhan psikologinya.Salah satu jaringan sosial media yang sedang banyak digunakan adalah ‘twitter’.

Awalnya, teknologi informasi yang mencakup jaringan sosial, berfungsi menjadi sumber informasi.Teknologi informasi diberi batasan sebagai teknologi pengadaan, pengolahan, penyimpanan, dan penyebaran berbagai jenis informasi dengan memanfaatkan computer dan telekomunikasi yang ada (Hariyadi, 1993:253).

Secara umum, alasan masyarakat menggunakan twitter adalah karena penggunaannya yang sederhana, media eksistensi, mendapatkan informasi yang lebih segar,mendapat ilmu, dan berinteraksi secara egaliter.

Twitter di lambangkan dengan gambar “burung biru”, yang memberi makna “kicauan”.Kicauan-kicauan itu berupa tweet setiap partisipan.Sederhananya, twitter adalah layanan sms internet.

Awalnya Twitter berasal dari penyelenggaraan diskusi anggota dewan Podcasting perusahaan Odeo.Jack Dorsey memberi ide tentang twitter.Beliau menjelaskan fungsi layanan ini sebagai sms layanan untuk berkomunikasi dalam kelompok kecil.Secara kronologis, ide twitter dimulai pada tanggal 21, dan di publikasikan pada tanggal 1 5 Juli 2006.Akhirnya, dibentuk menjadi sebuah perusahaan sendiri pada bulan April 2007.
Peningkatan popularitas twitter dicapai pada tahun 2007, di festival South by Southwest(SXSW).Festival ini memberi kontribusi positif.Terbukti, pengguna akun twitter selama acara ini meningkat dari 20.000 kicauan per hari menjadi 60.000.
Puncaknya,pada tanggal 14 September 2010, Twitter mengganti logo dan meluncurkan desain baru dan logo berubah lagi menjadi “Larry the “Bird” pada tanggal 5 Juni 2012.

Sudah lebih dari 400.000 kicauan dikirim-tampil (post) per kuartal pada tahun 2007. Kemudian berkembang menjad 100 juta kicauan dikirim-tampil per kuartal pada 2008. Pada akhir tahun 2009, 2 miliar per kuartal kicauan sudah dikirim-tampil. Pada kuartal pertama tahun 2010, 4 miliar kicauan yang dikirim-tampil. Pada bulan Februari 2010 pengguna Twitter mengirimkan 50 juta per hari. Pada Juni 2010, sekitar 65 juta kicauan yang dikirim-tampil setiap hari, setara dengan sekitar 750 kicauan dikirim setiap detik, menurut Twitter.

Sementara pertumbuhan pengguna twitter akhir-akhir ini di Indonesia sedang melejit.Indonesia merupakan salah satu negara pengguna terbanyak twitter di dunia.
Saat ini, Indonesia menduduki peringkat ketiga pengguna twitter di dunia.

Hal ini diketahui melalui turunan penelitian di AS dengan memanfaatkan perangkat lunak Compact Language Detector (CLD) yang ditanamkan Google pada setiap browser Chrome mereka.CLD diekstrak oleh Mike McCandles sehingga bisa digunakan banyak orang.

Perangkat lunak di atas diterapkan juga oleh Eric Fischer pada twitter, dilakukan pengolahan lanjutan, yang menghasilkan sebuah peta.
Peta itu menggambarkan gambaran kasar sebaran pengguna twitter di Indonesia.Jawa terlihat paling jelas.Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi masih tampak meski tidak utuh.Sedangkan di Papua, pengguna twitter masih sedikit karena nyaris tidak terlihat dipeta.

Kedudukan ketiga Indonesia itu menyebabkan banyaknya penggunaan bahasa Indonesia di akun ini.Namun, sering kali pengguna twitter mengguanakan bahasa Inedonesia ang tidak sesuai.Kebanyakan bahasa Indonesia yang digunakan telah mengalami modifikasi hasil kreasi individu.Sehingga seringkali pembacanya merasa kebingungan, orang Indonesia sekali pun.

Jaringan sosial memang tidak diciptakan untuk memasyarakatkan bahasa Indonesia, tetapi digunakan sebagai wadah ekspresi yang kemudian diakui eksistensinya. Untuk itu marilah kita lestarikan bahasa Indonesia.
Eksistensi twitter di Indonesia juga memberikan inspirasi bagi sutradara Indonesia untuk membuat film tentang twitter. Pada 16 Februari 2012 lalu telah di rilis fim ‘Republika Twitter”, yang kemudian di bahas oleh The Next Web.Film ini berhasil menggambarkan apa yang terjadi dalam dunia Twitter local, terutama di Indonesia.

“Film ini sangat akurat menggambarkan bagaimana Twitter bisa mentransformasikan pikiran warga Indonesia secara online. Banyak pengguna Twitter di Indonesia menggunakan Twitter untuk berkomunikasi, ” jelas Aulia seperti dikutip dari The Next Web.
Lewat film di atas digambarkan Twitter mengubah hidup banyak orang. Manusia bisa memiliki 2 sisi kepribadian.

Seperti yang dikatakan Denis Goulet ,
“Teknologisasi yang terjadi di dunia ketiga adalah ibarat pedang bermata dua, yakni sebagai pembawa dan penghancur nilai-nilai.Sebagai pembawa nilai-nilai yang borjuis-kapitalis barat yang rasionalistik, individualistic,posivistik, tetapi juga sekaligus sebagi penghancur nilai budaya local yang religious-asketis,fatalis serta memegang teguh prinsip-prinsip collective collegia”(Dalam Abrar 2002:2)

Akun ini sangat mempengaruhi pola pikir manusia, apa yang dirasakan, langsung di tweet, entah itu penting atau tidak yang jelas ‘ngetweet’ adalah sarana untuk menunjukkan eksitensi si pengguna twitter di linimasa. Seringkali ‘ngetweet’ dijadikan prioritas utama bagi sebagian orang, bahkan ketika perutnya sedang lapar.Seharusnya, kehadiran twitter tidak menjadikan kita lupa akan keadaan dunia nyata.

Efek lain penggunaan sosial media, seperti twitter adalah menurunnya kepercayaan diri seseorang.Hali ini diketahui melalui penelitian dari Universitas Salfor di Inggris.

Sekitar setengah dari 298 peserta survei, yang semuanya mengidentifikasi diri mereka sebagai pengguna media sosial, mengatakan bahwa penggunaan Twitter membuat hidup mereka menjadi lebih buruk. Secara khusus, peserta mencatat bahwa mereka merasa harga diri terpuruk ketika mereka membandingkan prestasi teman-teman online mereka.
Keadaan seperti di atas, menggambarkan kegagalan kita di media sosial.Kebanyakan orang lupa bahwa kata kuncinya adalah “sosial”.
Mengenal orang-orang yang ada di situs media sosial adalah kunci keberhasilan dalam media sosial.Bangunlah “jembatan” dengan orang-orang di sekitar kita. Jangan perlakukan interaksi dengan mereka sebagai bisnis, tetapi mendominasikan hubungan sosial.

DAFTAR PUSTAKA
Abrar, Ana Nadya.Teknologi Komunikasi.Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada.2002.
Koswara,IR.E.dkk.DinamikaInformasi dalam Era Global.Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Jawa Barat.1998
Nukman Luthfie.20120.http://qnoyzone.blogdetik.com/index.php/2010/09/13/opini-kenapa-orang-suka-twitteran/
http://id.wikipedia.org/wiki/Twitter#Penggunaan_Twitter_di_Indonesia?/11 Oktober 2012/10.37 PM
http://tekno.kompas.com/read/2011/11/15/10163591/Bahasa.Indonesia.Terbesar.Ketiga.di.Twitter/10.56.pm
http://tekno.kompas.com/read/2012/01/25/15171899/Tidak.Ada.Jack.Dorsey.di.Film.Republik.Twitter/22.56 pm
http://bahasa.kompasiana.com/2012/09/24/pengguna-jejaring-sosial-dalam-pragmatik-bahasa-dan-proses-komunikasi-yang-efektif
http://serapah.tumblr.com/post/21379075951/balada-twitter-kemajuan-telnologi-yang-tak-diikuti/13 oktober 2012/06.17 pm
http://www.fortunepr.com/dibe-unit/1050-mengapa-banyak-orang-gagal-di-sosial-media.html/13 oktober 2012/06.00 pm
Ronal.K.09 Juli 2012.http://www.teknomedianews.com/hasil-survei-penggunaan-sosial-media-seperti-facebook-dan-twitter-berakibat-turunnya-kepercayaan-diri/

#BRIDGING COURSE 08

Standar

SIMBOL SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI.

Komunikasi dalam kehidupan sehari-hari tidak selamanya menggunakan bahasa sebagai media penyampaian pesan.Kehadiran tanda yang beragam juga memberi kontribusi dalam komunikasi.Jenis-jenis tanda itu bisa berwujud symbol, lambang,kode,ikon,syarat,si nbnyal dan lain sebagainya.

Seluruh tanda di atas di kaji dalam studi komunikasi dalam sebuah disipin ilmu yang disebut “semiotika” atau “semiologi”.

Dalam defenisi Saussure (Budiman, 1999a:107), semiologi merupakan “sebuah ilmu yang mengkaji kehidupan tanda-tanda di tengah masyarakat”.

Dalam tulisan ini, akan di bahas symbol, sebagal salah satu bagian dari tanda, yang digunakan sebagai media perantara komunikasi.Simbol juga sama dengan lambang.
Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia karangan WJS Poerwadarminta disebutkan, symbol adalah semecam tanda, lukisan, perkataan, lencana,dan sebagainya yang menyatakan sesuatu hal, atau mengandung maksud tertentu.
Contoh symbol : warna biru menggambarkan perdamaian, timbangan yang melambangkan keadilan, dan contoh lainnya.

Biasanya symbol terjadi dengan metonimi, yakni nama untuk benda lain yang berasosiasi atau yang menjadi atributnya.Misalnya sebutan si kaki empat untuk seseorang yang menggunakan tongkat.Selain itu, symbol juga terjadi dengan methapora (berdasarkan kias atau persamaan).

Meskipun symbol adalah bagian dari tanda, symbol berbeda dengan tanda. Tanda langsung berkaitan dengan objek, sedangkan symbol masih memerlukan pemaknaan untuk menghubungkan dengan objek.

Misalnya salib yang menjadi symbol rumah ibadat umat Kristen hanya lah sebagai penanda.Akan tetapi, symbol salib adalah symbol yang dihormati mereka, sebagai lambang pengorbanan Kristus demi umat manusia (Liliweri,2001:296).

Kehadiran symbol di kehidupan manusia, tidak hanya melambangkan sesuatu dalam bidang social, keagamaan, dan yang lainnya. Symbol juga hadir dan merambah hampir keseluruh bidang kehidupan manusia, baik gaya hidup, budaya, politik, ekonomi, dan bidang lain yang mempengaruhi hidup manusia.

Ada pun yang menjadi ciri simbol, yaitu subjek di tuntun memahami objek (subjek aktif), mempunyai lebih banyak arti (sedikitnya dua arti), subjek dituntun memahami objek secara terus-menerus (berlaku secara menetap), berbentuk konkret/abstrak, hanya manusia yang memahaminya, yang di pakai untuk lambang/simbol, tidak mempunyai hubungan khusus dengan yang dilambangkan, dan diciptakan manusia untuk manusia.

Gaya hidup dominannya dihubungkan dengan kelas social ekonomi dan citra seseorang.Gaya hidup ditunjukkan dalam keputusan memilih barang : membeli mobil, sepatu, busana, kaca mata, ikat pinggang dan barang lainnya.

Umumnya mereka yang memiliki status social ekonomi tinggi memilih dan menggunakan sesuatu selalu mengutamakan merek. Barang yang bermerek berbanding lurus dengan harga yang mahal.

Adanya barang yang bermerek melambangkan status social seseorang. Tanpa kita mengetahui penghasilan seseorang atau taanpa mengecek slip gaji seseorang, kita juga sudah mengetahui statusnya lewat merek barang yang digunakan.

Wujud nyata dari sebuah symbol lebih sering kita temukan dalam kebudayaan.Budaya sebagai hasil pemikiran manusia, sering di aplikasikan lewat pemaknaan suatu objek.

“Semua makna budaya diciptakan dengan menggunakan symbol-simbol,”kata James P.Sradley (1997 : 121).”Makna hanya dapat di simpan dalam symbol”, ujar Clifford Geertz (1992:51).

Semua makna budaya diciptakan dengan menggunakan simbol-simbol. Simbol mengacu pendapat Spradley (1997:121) adalah objek atau peristiwa apapun yang menunjuk pada sesuatu. Semua simbol melibatkan tiga unsur: pertama, simbol itu sendiri, kedua, satu rujukan atau lebih. Ketiga, hubungan antar simbol dengan rujukan. Semuanya itu merupakan dasar bagi keseluruhan makna simbolik. Sementara itu, simbol sendiri meliputi apapun yang dapat kita rasakan atau alami.

Menggigil bisa diartikan dan dapat pula menjadi simbol ketakutan, kegembiraan atau yang lainnya. Mencengkam giri, mengerdipkan mata, menganggukkan kepala, menundukkan tubuh, atau melakukan gerakan lain yang memungkinkan, semuanya dapat merupakan simbol.

Kebudayaan masyarakat Indonesia sering dihubungkan dengan sejarah empiris. Sejarah empiris itu diwujudkan pemaknaannya dengan membangun monument-monumen, yang juga memberi kepercayaan diri Indonesia.
Contohnya monument pembebasan Irian Barat di Lapangan Banteng dan Monumen Nasional di Medan Merdeka.

Tempat-tempat sakral kepunyaan suku-suku di Indonesia, merupakan lambang budaya yang memberi Identitas budaya bagi mereka dan juga kepercayaan lainnya yang memperkuat watak mereka.

Manusia, sebagai pencipta, penafsir, dan pengguna simbol, terkadang irrasional dalam memaknai sesuatu, seolah-olah ada kemestian atau ada hubungan alamiah antara suatu simbol dengan apa yang disimbolkan.
Ketika menikah, masih ada yang memilih hari pernikahan berorientasikan hari baik dan hari buruk menurut penanggalan nenek moyang.

Di sebuah desa terpencil di provinsi Sumatera Utara, terdapat bongkahan emas sebesar kepala kerbau yang tersimpan dalam sebuah batu besar bertutup. Menurut legenda suku batak, yang merupakan penduduk asli disana, sudah banyak perampok yang datang kesana mencoba mencuri emas tersebut.

Umumnya, perampok itu tidak berhasil merampok emas tersebut dan memperoleh penyakit. Ada pun perampok yang berhasil, mereka biasanya akan kehilangan nyawa.Anehnya, emas curian tersebut terbang kembali ke tempat awal diletakkan.Legenda, hasil kebudayaan ini menanamkannwatak jujur bagi mereka.

Penyebaran simbol pun merambah hingga ke makanan. Beberapa makanan rakyat dinamai dengan makna simbolis.Misalnya, nasi tumpeng yang dipergunakan untuk bancakan dalam upacara ritual dimaknai sebagai simbol gunung Mahameru, sumber kehidupan.

Jenis-jenis simbol yang di pandang oleh suatu masyarakat sebagai sesuatu yang sakral memiliki banyak variasi dan pola. Semua itu bagi masyarakat memebri rangkuman apa yang mereka ketahui mengenai makna hidup.Dan makna itu hnya dapat di simpan dalam simbol.

DAFTAR PUSTAKA

Geertz,Cliffoord.1992.Kebudayaan dan Agama.Penerjemah Fransisco Budi Hardiman.Yogyakarta:Kanisius

Liliweri,Alo.2001.Gatra-Gatra Komunikasi Antarbudaya.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

BRIDGING COURSE 07

Standar

PRIBADI POSITIF DENGAN MENGEFEKTIFKAN KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Sederhananya, defenisi komunikasi intrapersonal dapat diartikan secara visual layaknya kita berdiri di depan cermin.Kita bisa melihat kondisi tubuh dan apa yang kita kenakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seluruh tampilan di cermin adalah apa adanya kita. Seperti ekspresi wajah yang tercermin murung, karena banyak marah atau penggunaan busana yang awut-awutan menandakan kondisi hati kita yang tidak baik.

Hanya saja, dalam komunikasi intrapersonal ada tahapan/bagian, kita dapat mendayagunakan daya kesadaran diri untuk bermeditasi dan merenung, hati nurani untuk mempertajam kesadaran moral, kehendak bebas untuk menentukan diri, dan imajinasi kreatif untuk merancang hidup ke masa depan.

Sebagai manusia dalam menjalankan rutinitas keseharian, terutama yang terkait dengan peran dan profesi, seringkali ada hal yang membuat kita harus berurusan dengan emosional yang negatif seperti kemarahan.

Contoh, seorang manajer yang uring-uringan karena sekretarisnya membatalkan jadwal rapat tanpa pertimbangan darinya. Hal ini menjadikannya uring-uringan seharian. Pastinya sebelum berangkat ke kantor, manajer itu tidak merencanakan untuk menghabiskan waktunya hari itu dengan penuh kemarahan.Namun, kondisi memancingnya untuk marah. Andaikan manajer itu sebelumnya telah melakukan komunikasi intrapersonal yang efektif maka kemarahan itu masih bisa di cegah.

Kejadian diatas akan di bahas komunikasi intrapersonal yang akan mencegah dan mengatasi hal itu melalui pengenalan dan penerapannya.

Tahapan awal, untuk merefleksi diri dengan kejadian seperti di atas adalah dengan melakukan meditasi.Defenisi meditasi adalah kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu , untuk menganalisis, menarik kesimpulan dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyingkapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku.

Meditasi ini dapat menjadi refleksi sang manajer, yang di lakukan melalui beberapa tahap sederhana.Untuk melakukan meditasi, awalnya kita mencari tempat yang efektif untuk merenung dan membersihkan segala pikiran ngatif.
Kemudian, mulai mengidentifikasi masalah (yaitu kemarahan), menganalisis nya dengan menghadirkan pertanyaan dari ingatan kita (penyebab kemarahan, frekuensi kemarahan, dan efek kemarahannya bagi sekitar), merumuskan kehendak kita (tetap menjadi pemarah atau tidak), dan solusi masalah.
Di akhir meditasi, kita meninjau kembali segala keputusan kita dan mencatat langkah-langkah yang akan di ambil ke depan.

Hal kedua yang dapat di lakukan selain mendayagunakan daya kesadaran dir untuk bermeditasi dan merenung, mendengarkan hati nurani juga menjadi solusi yang mempertajam kesadaran moral.

Analogi sederhana hati nurani dalam kehidupan kita adalah suara Tuhan.Keduanya memiliki kemiripan peran.
Sesuai dengan defenisinya, hati nurani adalah kesadaran akan baik atau buruknya secara moral perbuatan-perbuatan konkret kita.Terhadap perbuatan yang akan kita lakukan, hati nurani bereaksi. Hati nurani menganjurkan hal yang baik dari segi moral dan melarang yang buruk. Untuk perbuatan kita yang baik, hati nurani memberi pujian.Sebaliknya, untuk perbuatan yang buruk, hati nurani mencela kita.
Sebelum manajer mengambil keputusan untuk marah, hati nurani beraksi melarangnya. Sesudah manajer itu memutuskan marah, hati nurani mencelanya.

Untuk itu, sebelum memutuskan mengambil tindakan, sebaiknya kita bertanya dan berbuat sesuai anjuran hati nurani.
Hati nurani berperan maksimal ketika kita berinteraksi dengan lingkungan keseharian yang membentuk kepribadian kita. Kedua hal ini dapat di jadikan sarana pemecahan subjek conth di atas.

Pengaruh masa lampau datang melalui pengalaman hidup kita, didikan orang tua dan sekolah.Semua hal ini mempengaruhi seluruh bagian kehidupan kita. Dalam hal ini, Komunikasi intrapersonal dengan imajinasi kreatif (hal ketiga)membantu kita menemukan identitas diri kita atau meneguhkan kedirian kita.

Langkah nya dapat dilakukan dengan memilih ingin menjadi pribadi jenis apa kita dan mampu menyumbangkan jasa apa dalam hidup ini. Contohnya, kamu ingin di kenang sebagai seseorang yang besar jasanya bagi kaum mahasiswa di kampus. Kemudian, kita berkomitmen untuk melakukan hal yang mendorong pencapaian itu. Misalnya, mengambil langkah awal untuk mengenal lingkungan mahasiswa dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan. Dengan taget pencapaian itu, tentunya kita juga mulai mencerminkan jiwa kemahasiswaan baik secara akademik dan di luar akademik. Jadwal rutinitas yang baik juga akan mendukung proses ini.

Hal kreatif lainnya dapat kita mulai dari hal yang sederhana. Berkontribusi untuk mengurangi pamanasan global dengan mengurangi penggunaan plastik.Kita dapat melakukannya dengan mulai menggunakan tas untuk membawa pulang barang sesudah berbelanja atau membawa plastik sendiri dari kediaman kita masing-masing saat berbelanja. Kebiasaan kreatif sederhana ini juga akan membuat kita dikenang sesama sebagai orang yang berjasa untuk lingkungan.

Di sela-sela kesibukan rutinitas, kita pasti memiliki sedikit waktu luang. Kita bisa mengisi waktu luang ini dengan melakukan komunikasi intrapersonal dengan mendayagunakan buku harian. Selain menyenangkan, menulis buku harian juga memberi kontribusi dalam pengembangan kepribadian, kepekaan social, dan keterlibatan cinta terhadap sesama, masyarakat, bangsa dan negara.

Hal keempat (point terakhir) yang menjadi bagian komunikasi intrapersonal yang membantu mewujudkan kepribadian positif adalah mendayagunakan kehendak bebas.
Kita sebagai manusia memiliki kebebasan dalam hidup kita yang juga di motivasi adanya kehendak bebas dalam diri kita.Selain mampu membuat kita menjadi manusia mandiri, kehendak bebas juga menjadi sumber tanggung jawab kita.
Dengan cara berkomunikasi intrapersonal tentang pendayagunaan kehendak bebas, kita melatih tanggung jawab pribadi kita terkait aktivitas yang kita lakukan.

Keempat bagian dari komunikasi intrapersonal di atas akan membentuk kita menjadi pribadi yang bermanfaat dan berkontribusi positif di lingkungan sekitar kita, apa pun peran yang kita jalani.

DAFTAR PUSTAKA
Harjana, Agus.M.Komunikasi Intrapersonal dan interpersonal.Yogyakarta:Kanisius,2003.
www. jurusan komunikasi.blogspot.com