BRIDGING COURSE 07

Standar

PRIBADI POSITIF DENGAN MENGEFEKTIFKAN KOMUNIKASI INTRAPERSONAL

Sederhananya, defenisi komunikasi intrapersonal dapat diartikan secara visual layaknya kita berdiri di depan cermin.Kita bisa melihat kondisi tubuh dan apa yang kita kenakan dari ujung kepala hingga ujung kaki. Seluruh tampilan di cermin adalah apa adanya kita. Seperti ekspresi wajah yang tercermin murung, karena banyak marah atau penggunaan busana yang awut-awutan menandakan kondisi hati kita yang tidak baik.

Hanya saja, dalam komunikasi intrapersonal ada tahapan/bagian, kita dapat mendayagunakan daya kesadaran diri untuk bermeditasi dan merenung, hati nurani untuk mempertajam kesadaran moral, kehendak bebas untuk menentukan diri, dan imajinasi kreatif untuk merancang hidup ke masa depan.

Sebagai manusia dalam menjalankan rutinitas keseharian, terutama yang terkait dengan peran dan profesi, seringkali ada hal yang membuat kita harus berurusan dengan emosional yang negatif seperti kemarahan.

Contoh, seorang manajer yang uring-uringan karena sekretarisnya membatalkan jadwal rapat tanpa pertimbangan darinya. Hal ini menjadikannya uring-uringan seharian. Pastinya sebelum berangkat ke kantor, manajer itu tidak merencanakan untuk menghabiskan waktunya hari itu dengan penuh kemarahan.Namun, kondisi memancingnya untuk marah. Andaikan manajer itu sebelumnya telah melakukan komunikasi intrapersonal yang efektif maka kemarahan itu masih bisa di cegah.

Kejadian diatas akan di bahas komunikasi intrapersonal yang akan mencegah dan mengatasi hal itu melalui pengenalan dan penerapannya.

Tahapan awal, untuk merefleksi diri dengan kejadian seperti di atas adalah dengan melakukan meditasi.Defenisi meditasi adalah kegiatan mental terstruktur, dilakukan selama jangka waktu tertentu , untuk menganalisis, menarik kesimpulan dan mengambil langkah-langkah lebih lanjut untuk menyingkapi, menentukan tindakan atau penyelesaian masalah pribadi, hidup, dan perilaku.

Meditasi ini dapat menjadi refleksi sang manajer, yang di lakukan melalui beberapa tahap sederhana.Untuk melakukan meditasi, awalnya kita mencari tempat yang efektif untuk merenung dan membersihkan segala pikiran ngatif.
Kemudian, mulai mengidentifikasi masalah (yaitu kemarahan), menganalisis nya dengan menghadirkan pertanyaan dari ingatan kita (penyebab kemarahan, frekuensi kemarahan, dan efek kemarahannya bagi sekitar), merumuskan kehendak kita (tetap menjadi pemarah atau tidak), dan solusi masalah.
Di akhir meditasi, kita meninjau kembali segala keputusan kita dan mencatat langkah-langkah yang akan di ambil ke depan.

Hal kedua yang dapat di lakukan selain mendayagunakan daya kesadaran dir untuk bermeditasi dan merenung, mendengarkan hati nurani juga menjadi solusi yang mempertajam kesadaran moral.

Analogi sederhana hati nurani dalam kehidupan kita adalah suara Tuhan.Keduanya memiliki kemiripan peran.
Sesuai dengan defenisinya, hati nurani adalah kesadaran akan baik atau buruknya secara moral perbuatan-perbuatan konkret kita.Terhadap perbuatan yang akan kita lakukan, hati nurani bereaksi. Hati nurani menganjurkan hal yang baik dari segi moral dan melarang yang buruk. Untuk perbuatan kita yang baik, hati nurani memberi pujian.Sebaliknya, untuk perbuatan yang buruk, hati nurani mencela kita.
Sebelum manajer mengambil keputusan untuk marah, hati nurani beraksi melarangnya. Sesudah manajer itu memutuskan marah, hati nurani mencelanya.

Untuk itu, sebelum memutuskan mengambil tindakan, sebaiknya kita bertanya dan berbuat sesuai anjuran hati nurani.
Hati nurani berperan maksimal ketika kita berinteraksi dengan lingkungan keseharian yang membentuk kepribadian kita. Kedua hal ini dapat di jadikan sarana pemecahan subjek conth di atas.

Pengaruh masa lampau datang melalui pengalaman hidup kita, didikan orang tua dan sekolah.Semua hal ini mempengaruhi seluruh bagian kehidupan kita. Dalam hal ini, Komunikasi intrapersonal dengan imajinasi kreatif (hal ketiga)membantu kita menemukan identitas diri kita atau meneguhkan kedirian kita.

Langkah nya dapat dilakukan dengan memilih ingin menjadi pribadi jenis apa kita dan mampu menyumbangkan jasa apa dalam hidup ini. Contohnya, kamu ingin di kenang sebagai seseorang yang besar jasanya bagi kaum mahasiswa di kampus. Kemudian, kita berkomitmen untuk melakukan hal yang mendorong pencapaian itu. Misalnya, mengambil langkah awal untuk mengenal lingkungan mahasiswa dengan mengikuti organisasi kemahasiswaan. Dengan taget pencapaian itu, tentunya kita juga mulai mencerminkan jiwa kemahasiswaan baik secara akademik dan di luar akademik. Jadwal rutinitas yang baik juga akan mendukung proses ini.

Hal kreatif lainnya dapat kita mulai dari hal yang sederhana. Berkontribusi untuk mengurangi pamanasan global dengan mengurangi penggunaan plastik.Kita dapat melakukannya dengan mulai menggunakan tas untuk membawa pulang barang sesudah berbelanja atau membawa plastik sendiri dari kediaman kita masing-masing saat berbelanja. Kebiasaan kreatif sederhana ini juga akan membuat kita dikenang sesama sebagai orang yang berjasa untuk lingkungan.

Di sela-sela kesibukan rutinitas, kita pasti memiliki sedikit waktu luang. Kita bisa mengisi waktu luang ini dengan melakukan komunikasi intrapersonal dengan mendayagunakan buku harian. Selain menyenangkan, menulis buku harian juga memberi kontribusi dalam pengembangan kepribadian, kepekaan social, dan keterlibatan cinta terhadap sesama, masyarakat, bangsa dan negara.

Hal keempat (point terakhir) yang menjadi bagian komunikasi intrapersonal yang membantu mewujudkan kepribadian positif adalah mendayagunakan kehendak bebas.
Kita sebagai manusia memiliki kebebasan dalam hidup kita yang juga di motivasi adanya kehendak bebas dalam diri kita.Selain mampu membuat kita menjadi manusia mandiri, kehendak bebas juga menjadi sumber tanggung jawab kita.
Dengan cara berkomunikasi intrapersonal tentang pendayagunaan kehendak bebas, kita melatih tanggung jawab pribadi kita terkait aktivitas yang kita lakukan.

Keempat bagian dari komunikasi intrapersonal di atas akan membentuk kita menjadi pribadi yang bermanfaat dan berkontribusi positif di lingkungan sekitar kita, apa pun peran yang kita jalani.

DAFTAR PUSTAKA
Harjana, Agus.M.Komunikasi Intrapersonal dan interpersonal.Yogyakarta:Kanisius,2003.
www. jurusan komunikasi.blogspot.com

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s