#BRIDGING COURSE 12

Standar

SEMBUHKAN PHOBIA dan DAPATKAN KEPRIBADIAN POSITIF

Ketika kita mengetahui seseorang memiliki phobia tertentu akan mendatangkan rasa kasihan kepadanya. Pasalnya, phobia terhadap hal apa pun itu umumnya mendatangkan keganjilan pada pemiliknya.
Sebagaimana pengertian phobia (1986:346) James Drever ,” Kengerian atau ketakutan yang tidak terkendali yang pada umumnya disebabkan sifat abnormal terhadap situasi dan objek tertentu.”

Lewat pengertian phobia di atas, kita bisa mengetahui bahwa mereka yang memiliki phobia terkesan abnormal di bandingkan sesamanya dan selalu memberi pengaruh negatif untuknya.
Namun, ada juga yang memiliki phobia tertentu yang memberi efek positif untuk kepribadiaannya. Pemilik phobia itu memiliki nama lengkap Gallusena Eric Katulistiawan, biasa di panggil ‘Erick’.
Pemilik phobia kematian atau biasa di sebut THANATOPHOBIA ini, berstatus mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Brawijaya.

Erick mengalami thanatophobia ketika masih di bangku SMP. Dia sering ketakutan jika membayangkan dan mengigat kematian.
Seringkali saat berinteraksi dengan teman-teman nya, Erick merasa esok nya tidak akan berkumpul lagi dengan temannya. Bahkan ketika sedang pacaran dia merasa saat itu adalah waktu terakhirnya bertatapan dengan kekasihnya.

Awalnya, dia berpikir bahwa thanatophobia yang dimilikinya disebabkan menonton film horor.Namun, rasa cemas akan kematian itu sering menghantuinya tidak hanya karena hal tersebut.Erik sering mengalaminya saat sendirian.

Ketakutan akan kematian ini menghantuinya selama di bangku SMP. Tetapi, dia tidak pernah mencoba mencari solusinya dengan bercerita terhadap sesamanya.
Lama bergumul dengan thanatophobia ini, Erick mencoba mengendalikan rasa cemasnya, dengan mulai menghilangkannya secara perlahan dengan bermain waktu.
Kejadian ini dimulainya ketika menjelang Ujian Nasional SMP. Eric yang menganut agama muslim, sengaja bangun larut malam ( pukul 11.30 WIB) untuk solat tahajud hingga pukul 12.00 WIB.Selesai sholat, dia mensugesti dirinya sendiri bahwa dia tidak akan mati.
Dia berkata,” Setelah selesai jam 12 malam, aku sugesti ke diriku sendiri bahwa aku tidak akan mati hari ini soalnya kan udah masuk jam 12 malem lewat, jadi misalnya aku bangun jam setengah 23.30 rabu malam dan tidurnya jam 00.00 kamis malem, berarti kan uda masuk hari kamis.”

Sejak itu, keanehan yang mencemaskannya itu menstimulasinya menjadi pribadi yang positif. Eric menjadi lebih rajin sholat yang secara religi baik untuk kehidupan. Thanatophobianya juga berangsur hilang.
Pada umumnya, apa pun jenis phobia yang kita miliki dapat hilang bahkan memberi efek positif jika kita mengikuti proses penyembuhannya.Proses nya dapat melalui beberapa tehnik penyembuhan.
Tehnik penyembuhan awal dapat dilakukan dengan memberi sugesti-sugesti untuk menghilangkan phobia (hypnotheraphy), seperti halnya yang dilakukan pemiliki thanaphobia di atas.

Berikutnya, dapat dilakukan dengan teknik desentisasi Sistematis, yaitu dilakukan exposure ringan. Erik yang thanatophobia di suruh rileks dan membayangkan kehidupan di dunia ini indah dan tidak mudah di rampas keindahannya oleh kematian yang tiba-tiba.
Teknik lainnya adalah abreaksi. Si penderita thanatophobia di atas dibiasakan untuk melihat gambar atau film tentang kehidupan yang tidak dipenuhi dengan kematian yang tiba-tiba.
Erik yang thanatophobianya sering kambuh jika sendirian dapat disembuhkan dengan teknik ,’Flooding’.Dilakukan dengan memasukkan nya kedalam ruangan sendirian kemudian berlatih mengendalikan rasa takutnya sendiri. Teknik ini adalah teknik yang paling ekstrim dari teknik lainnya.
Teknik yang paling akhir adalah ‘Reframing’. Penderita thanatophobia di atas disuruh membayangkan kembali menuju masa lampau waktu awal si penderita mengalami phobia, ditempat itu dibentuk suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.volverhank.net
Makalah PSikologi Kesehatan.umayah.blog.esaunggul.ac.id.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s