Monthly Archives: Maret 2013

Study oriented bukan alibi yang menjadikan kita budak pengetahuan

Standar

429607_450364375032824_1451816585_n.jpg

Study oriented bukan alibi yang menjadikan kita  budak pengetahuan

Menyandang status sebagai pelajar atau mahasiswa atau pun status yang di sandang saat berkecimpung di dunia pendidikan selalu memberi dilema. Ranah dilema itu semakin merambah luas ketika menduduki bangku kuliah.

Siswa dengan embel-embel “maha” memberi warna mau pun beban tertentu bagi kita. Warna, ketika kita bisa menjadi output (lulusan) yang memberi warna sosial yang indah bagi sesama. Kemudian, beban ketika tersesat di dunia kemahasiswaan yang bercabang.

Dua pilihan sederhana menjadi reward yang men-generalisasi di dunia kuliah, yaitu menjadi mahasiswa  study oriented atau humble person? Saya tidak menambahkan opsi aktivis karena realita yang ditekankan pada tulisan ini bukan serentetan embel-embel kegiatan di luar aktivitas konvensional kampus.

Study oriented menjadi pilihan umum para mahasiswa yang berkecimpung di dunia eksakta. Kehidupan yang dipenuhi dengan penulisan laporan, responsi, dan praktikum menjadi santapan mingguan dan kebiasaan mengandalkan logika sudah mendarah daging.

Pilihan study oriented bukan lah sebuah dosa atau kesalahan besar, toh kita menjadi mahasiswa harus memprioritaskan kuliah bukan?  Pilihan ini dikatakan kurang tepat ketika kita mencoba menjadikan pilihan ini menjadi  cover status yang kita sandang, tanpa sebelumnya mengetahui desain  study oriented seperti apa yang dapat menge-mix antara hakikat kita sebagai mahluk sosial dan kita sebagai bagian budak pengetahuan.

Contoh sederhananya, sepulang praktikum atau saat mengerjakan laporan sering kali kita lupa atau bahkan enggan menyapa sesama. Sebenarnya hal ini tidak selalu memberi kenyamanan dalam diri kita, darah mahluk sosial kita tetap hidup dan mengalir. Kita butuh tersenyum kepada sesama, kita butuh say greeting kepada orang di sekitar kita.

Jika suatu saat kita mulai lupa caranya tersenyum dan sering mengerutkan kening maka kita akan menyalahkan siapa? Ingin menjadikan study oriented sebagai alibi? Kita yang sudah di sebut sebagai mahasiswa sudah terlalu kekanak-kanakan menjadi fenomena seperti ini sebagai akibat study oriented.

Cover study oriented tidak selamanya menghasilkan isi study oriented pula. Setiap hari kita menjalani hidup sebagai budak pengetahuan tanpa menyadari ada kebutuhan sosial yang memberi kenyamanan dan motivasi baru ketika kita memulai kembali rutinitas praktikum, responsi, atau pun mengerjakan laporan.

Berkutat di dunia study oriented dengan cara yang salah hanya akan memberi kepenatan bagi kita. Kemudian ketika kita merasa jenuh, seringkali kita lebih suka bersosialisasi di dunia maya. Coba bayangkan, betapa bodohnya kita yang lebih memilih menghabiskan waktu 2-3 jam chat atau twitteran dengan orang lain (bahkan orang yang tidak kita kenal betul) tetapi kita tidak punya waktu memberi sesungging senyum pada orang yang kita temui.

Tahukah kamu senyum itu menular?

Sederhananya, ketika kamu berpapasan dengan sesama pejalan kaki di area penyeberangan, kamu akan menemui banyak ekspresi wajah. Saat kamu berpapasan dengan mereka yang memancarkan wajah gembira dan melemparkan sesungging senyum pada mu maka akan ada sinyal yang menggerakkan otot wajah kita untuk tersenyum, setidaknya kita merasa tenang. Hal ini akan memberi stimulus bagi tubuh mu untuk tetap semangat saat menjalankan kehidupan study oriented mu.

Akan menjadi sangat lucu ketika seorang mahasiswa berkata “saya pikir study oriented menjadikan saya menjadi pribadi yang bersyukur karena saya menikmati kehidupan pendidikan saya”. Sering kali mind set seperti ini muncul di benak kita masing-masing.

Kita tak butuh teori atau penelitian panjang untuk mengulas statement seperti ini, jelas saja hal ini tidak tepat. Anehnya, kita sering mempublikasikan diri kita sebagai pribadi yang bersyukur karena memilih study oriented¸tanpa menjalankan hakikat sosial kita.

Kita tidak perlu mendefenisikan syukur dengan versi atau formula yang panjang. Serderhananya, ketika kamu memberi sesungging senyum buat sesama mu, itu sudah menjadi bukti kamu bersyukur di dalam hidup mu. Lebih fantastis nya lagi effect senyum yang kamu beri akan mendatangkan berkat untuk mu.

Tidak percaya?

Orang yang menerima sinyal hasil dari ekspresi senyum mu akan terstimulus juga untuk tersenyum, paling tidak mereka akan merasa nyaman. Tersiratnya, kamu akan menerima berkat secara tidak langsung karena telah mengkontribusikan senyum mu untuk keindahan hidup orang lain. Cukup sederhana dan menguntungkan bukan?

Menyandang status sebagai mahasiswa tidak selamanya menjadikan kita hidup di bawah bayang-bayang budak pengetahuan, untuk itu mari ubah desain study oriented mu dengan menambah ramuan mujarab hakikat sosial kita.

:))

😀

FEATURE: “Nama, Citra Kepribadian”

Standar

image201303050008

NAMA, CITRA KEPRIBADIAN

 

Saat lonceng masuk kelas dibunyikan, seorang gadis manis dan periang bergegas memasuki kelas sembari mengucapkan salam kepada teman-teman ku lainnya.Sesungging senyum selalu yang memancarkan semangat selalu ada menghias wajahnya.Pagi ini hujan sedang turun sebab musim penghujan telah tiba.Namun, hal ini tak menyurutkan semangat belajar gadis itu.

Sebelum kesekolah rupanya Rannywati Hutajulu telah mencari rumput untuk makanan kerbau.Rutinitas ini dilakukannya setiap harinya.Akan tetapi, hal ini memberi semangat tersendiri untuk mewujudkan cita-citanya sebagai insinyur pertanian.

Selain berwajah manis, gadis suku batak ini juga memiliki prestasi yang memuaskan di bidang akademik.Selama menjalani bangku SMP kelas 1 di SMP Negeri 1 Laguboti, dia selalu meraih peringkat 1.Benar-benar pribadi idaman.

Ketika ditanya apa rahasia sukses belajarnya, dia hanya tersenyum dan berkata,”Saya sama seperti kalian, selalu mencoba menikmati proses pembelajaran, hanya saja mungkin kali ini saya sedang beruntung”.

Setelah mengakrabkan diri dengan nya, saya baru mengetahui bahwa Rannywati tidak memiliki ibu lagi.Sejak kecil dia di rawat dan dibesarkan oleh nenek dan ayahnya.Anehnya, kemalangan yang menimpanya itu seperti mengkonversikan diri menjadi motivasi untuknya.

“Saya tidak ingin menambah kesedihan lagi untuk nenek,ayah, dan saudaraku, saya harus bisa semanis,setabah,dan sepintar ibu”, katanya lagi menambahkan.

Ayah dan nenek Ranny bekerja sebagai petani sewaan, mereka mengolah lahan tetangga secara bergiliran demi sesuap nasi.Itulah sebab nya gadis ini memiliki rutinitas yang padat selain disekolah, untuk meringankan beban kedua orang yang disayangnya itu.

“Setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, pukul 05.00 -06.00 WIB, saya mencari rumput untuk makanan kerbau.Kemudian, saya merebus singkong dan ikan asin untuk sarapan pagi,”kata nya lagi sambil tersenyum.

Upah yang diperoleh ayah dan neneknya setiap harinya rata-rata Rp 20.000,00.Sementara dia memiliki dua orang saudara yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar.Dalam satu hari mereka hanya makan nasi satu kali saja.Pagi dan malam mereka makan singkong rebus yang dibubuhi garam agar penghasilan ayah dan neneknya cukup untuk membeli lauk dan beras esok harinya.

“Hal yang paling saya senangi adalah makan dengan lauk.Apalagi jika melihat wajah saudaraku yang kegirangan saat disajikan nasi,tempe,sambal bawang,dan daun singkong rebus di meja.Kita seperti sedang menikmati makanan enak di hotel berbintang rasanya,” tambahnya seraya tertawa kembali.

Upah yang sangat pas-pasan menyebabkan rumah keluarga Ranny tidak dialiri listrik.Neneknya beranggapan bahwa memasang listrik di rumah hanya akan menambah pengeluaran mengingat pekerjaan nenek dan ayahnya yang pergi ke sawah pada saat matahari sudah terbit dan pulang dari sawah langsung berbasuh,makan,dan tidur sehingga tidak terlalu membutuhkan listrik.

Ranny selalu berusaha belajar disiang hari karena keadaan penerangan.Dia duduk di punggung kerbau membaca buku sambil menggembalakan hewan itu.Tak jarang ia menyisihkan setiap minggu uang sakunya untuk membeli lilin sebagai penerangan ketika belajar dimalam hari.”Saya sangat menyukai lilin berwarna seolah warnanya memberi semangat baru untuk belajar,”tukasnya lagi.

Menjelang akhir semester 2, gadis ini menemukan 5 butir telur bebek ketika sedang mencari rumput.Dia menemukan telur tanpa pemilik itu di antara rerumputan.Akhirnya, dia memutuskan untuk mengeramkan telur itu hingga menetas.

Peternakan kecilnya dapat menambah penghasilan keluarga mereka dan menambah lauk mereka tentunya.Per butirnya telur tersebut di jual dengan harga Rp 75,00 ( tahun 1973).Akan tetapi, neneknya memprioritaskan telur-teur itu untuk di jual sehingga ketika mereka makan dengan berlaukkan telur setiap orang mendapatkan setengah bagian.

Ranny memiliki cerita lucu tentang telur-telur ini.”Saudara ku yang masih duduk di bangku SD selalu merasa keheranan ketika disajikan nasi dengan telur setengah bagian.Pada saat itu dia masih baru belajar berhitung.Akhirnya dia mengajarkan hitungan kepada bebeknya seperti yang diajarkan gurunya,”kata Ranny memulai.Kemudian saudaranya memaksa  semua bebek  di kandang berdiri menghadap papan tulis usang.Saudaranya itu mulai memberi penerangan.”Bebek-bebek dengar, jika kamu semua bertelur, bertelur lah dengan ukuran bulat penuh,”katanya sambil menggambar lingkaran utuh.

Neneknya yang tidak sengaja melihatnya pun mewujudkannya dengan memberi telur dengan ukuran penuh kepada setiap piring makanan mereka.

“Adik ku sangat bangga akan hal itu.Dia mengatakan kepada nenek bahwa bebeknya telah pandai bertelur.Banyak cerita lucu dan bahagia yang saya jalani bersama saudara,nenek,dan ayahku sehingga tak ada lagi alasan bagiku untuk hidup sedih dan berkeluh kesah.Saya sangat menikmati hidupku,”ujarnya menutup ceritanya hari itu.

Pada tanggal 17 November 1992 , saya melahirkan anak ketiga, seorang putri yang nantinya saya harapkan berkepribadian seperti Ranny.Hanya saja memberi nama Rannywati sebagai nama pertama terkesan janggal karena terdiri dari satu kata.Satu kontribusi nama dari suami saya adalah ‘SISKA’.Nama ini terdengar manis, bersahabat, tidak condong terhadap apa pun (nama suku atau daerah kelahiran).Saat itu saya memutuskan memberi namanya,”SISKA RANNYWATI”.

 

Kesalahan dalam Pemaknaan Peran Public Relation

Standar

TUGAS MAKALAH BAHASA INDONESIA

Kesalahan dalam Pemaknaan Peran Public Relation

 

 

 

                                                

 

 

                        Disusun oleh

Siska Rannywati Purba

12/336541/SP/25470

 

Jurusan Ilmu Komunikasi

Fakultas Ilmu Sosial dan Politik

Universitas Gajah Mada

Yogyakarta

2012

BAB I

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Public relations (Humas) adalah panca indera sebuah organisasi atau perusahaan.Telinganya untuk mendengar apa yang diinginkan, diharapkan, dan dikeluhkan publiknya. Mata untuk melihat kenyataan apa yang telah dilakukan organisasi, hidung untuk mencium peluang hingga ketidakberesan, lidah untuk mengecap manis-pahitnya posisi organisasi dan posisinya sendiri, dan kulit untuk merasakan sentuhan , luka, dan terkadang gatal yang dialami oleh organisasi dan publik yang dilayaninya secara luas. Bagaimanapun juga jika ada sesuatu dari publik maka Public Relations harus meresponnya.Respon ini menandakan kehidupan.

Banyak orang memiliki pemahaman yang keliru tentang Public Relations. Sebagian dari mereka beranggapan bahwa profesi ini adalah obat dewa yang menjangkiti perusahaan. ”Pokoknya serahkan semua pada bagian public relations, pasti semuanya akan beres, itu adalah pemahaman yang keliru.

Seringkali sebuah organisasi, perusahaan, dan individu yang mengalami masalah kerugian atas kesalahan berita atau rumor atau isu, ingin membuat klarifikasi kepada semua orang bahwa itu semua tidak benar. Disini lah tenaga dan bantuan public relation yang profesional diperlukan.

Tugas mereka tidak hanya membantu jika menghadapi masalah atau kerugian saja, melainkan juga membantu dalam hal lain, misalnya menjaga dan meningkatkan citra perusahaan atau produk, mulai dari perencanaan hingga memuat acara peluncuran produk baru, mempersiapkan acara peletakan batu pertama pembangunan gedung baru, membuat isi teks sambutan dari direktur, membuat siaran pers, mempersiapkan press kit atau hand-out, membantu manajemen untuk memilih siapa saja yang layak untuk diundang, baik undangan untuk para pejabat, khalayak di sekitar organisasi, memilih editor mana yang akan di undang, dan masih banyak lagi.

Hal penting lain yang harus diingat adalah profesi public relations bukan profesi tukang sulap, tetapi profesi ini diharapkan dapat memperbaiki situasi yang buruk menjadi lebih bagus, dan membuat berita buruk tidak menjadi lebih buruk.

Rumusan Masalah

Masyarakat yang peduli sering melihat Public Relation terdapat pada liputan tumpahan minyak, kebocoran racun industry, kampanye politik yang seru, korupsi di pemerintah kota, dan lain-lain.

Liputan media jarang menghubungkan Public Relation dengan cerita positif tentang organisasi atau apa yang telah mereka capai, atau dengan kata lain, mereka yang mengaku praktisi Public Relation  itu justru cenderung lebih tertarik untuk mengekspos sesuatu yang negatif saja.

Banyak orang mengetahui Public Relation berdasarkan apa yang mereka lihat pada organisasi dan apa yang dilakukan praktisi atau dengan apa yang mereka baca pada laporan yang menggunakan Public Relation.

Ringkasnya, permasalahan yang sering dihadapi oleh  Public Relation (Hubungan Masyarakat) saat ini adalah sempitnya pengetahuan dan penelusuran  praktisi akan dunia kerja yang akan dihadapinya sehingga mendatangkan pandangan negatif dari orang lain . Dunia kerja Public Relaton, tidak sekedar mengucapkan kata-kata. Dalam tulisan ini akan dibahas bagaimana sikap seorang Public Relation yang seharusnya, terutama menghadapi situasi krisis.

BAB II

ISI

Defenisi kerja Public Relations (Humas)

            Humas merupakan suatu subjek yang relatif  masih baru yang menimbulkan konsep tidak adanya konsensus pendapat sepenuhnya atas defenisi yang dirasakan tepat untuk istilah itu.Penggunaan istilah humas yang semakin luas seringkali berpengaruh dalam kesalahpengertian mengenai peranan yang sebenarnya di dalam masyarakat modern. Siswa pemula dalam kelas humas seringkali menyebutkan defenisi kerja humas :

  • Public Relation = Publisitas (Publicity)
  • Public Relations = Keagenan Pers (Press-Agentry)
  • Public Relations = Periklanan (Advertising)
  • Public Relations = Upaya mempengaruhi (Lobbying)

 

Keempat istilah di atas merupakan alat bagi praktisi humas :

  • Advertising. Dilakukan dengan menyewa nonpersona waktu dalam media massa.

Suatu komunikasi nonpersona (nonperorangan) melalui berbagai macam media komunikasi yang dilakukan oleh seseorang atau mempengaruhi organisasi tertentu.

  • Lobbying. Usaha untuk mempengaruhi pemberian suara para pembuat undang-undang.
  • Press Agentry. Promosi tentang seseorang atau organisasi dengan mencapai publisitas yang  menyenangkan pada media massa
  • Promotion. Aktivitas-aktivitas atau peristiwa-peristiwa yang direncanakan untuk menjamin dukungan atau pengakuan tentang diri seseorang, produk, lembaga, dan

gagasan.

  • Publicity. Suatu teknik untuk menjamin pengertian diantara individu-individu.

Humas Berdasarkan pada Filsafat Sosial Manajemen

Unsur dasar pertama humas adaah filsafat sosial dari manajemen yang meletakkan kepentingan masyarakat lebih dulu daripada segala sesuatu yang berkenaan dengan perilaku organisasi.Diasumsikan bahwa hak suatu organisasi untuk beroperasi dianugerahkan oleh public dan bahwa hak ini tidak bisa dipungkiri; bahwa suatu lembaga berfungsi untuk memenuhi kebutuhan primer orang-orang yang menggantungkan dirinya untuk pekerjaan upah, penghasilan barang dan jasa, serta kepuasan sosial dan spiritual.Prinsip pelayanan masyarakat ini merupakan dasar dari konsep modern humas.

Filsafat manajemen tersebut diakui sebagai revolusioner.Contoh organisasi perusahaan yang konsepnya dilandasi dasar pemikiran bahwa tujuan utama perusahaan bukanlah untuk menguntungkan para pemegang saham saja, tetapi juga untuk menguntungkan para konsumen, pemasok, penyalur, komunitas di sekitarnya, dan karyawan. Tujuan perusahaan yang nonlaba itu berhadapan langsung dengan publiknya.

Humas adalah suatu Filsafat Sosial yang Diungkapkan dalam Keputusan Kebijaksanaan.

            Setiap lembaga memiliki kebijaksanaan-kebijaksanaan yang menetapkan sejumlah tindakan yang harus diikuti dalam kegiatannya. Penciptaan kebijaksanaan ini yang meliputi sejumlah fungsi, merupakan tanggung jawab pokok dari manajemen. Keputusan-keputusan kebijaksanaan akan mencerminkan kepentingan publik dari organisasi itu. Keputusan kebijaksanaan humas suatu organisasi adalah suatu keputusan kebijaksanaan yang terpenting.

Humas Adalah Tindakan Sebagai Akibat dari Kebijaksanaan Sehat

Pernyataan kebijaksanaan, meskipun mencerminkan maksud manajemen untuk melayani kepentingan publik, tidaklah cukup. Agar lebih berarti, kebijaksanaan itu haruslah diungkapkan dalam tindakan-tindakan yang sesuai dengan kebijaksanaan itu.

Lembaga-lemabaga dinilai oleh apa yang mereka perbuat, bukan oleh apa yang mereka katakana dalam pernyataan kebijaksanaan.Paul Garett telah mengungkapkan keyakinannya bahwa humas merupakan filsafat dari tindakan yang disukai dengan cara melakukan tindakan adalah lebih penting daripada sekadar mengatakan.

Humas adalah Komunikasi

            Melalui kesaksamaan dalam mendengarkan opini publiknya, dan kepekaan dalam menginterprestasikan setiap kecenderungan kegagalan dalam komunikas dan mengevaluasi serta mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinana untuk mengubah sifat, pendekatan atau penekanan setiap fase kebijaksanaannya.

Melalui komunikasi kepada publik-publiknya, manajemen mengumumkan, menjelaskan, mempertahankan, atau mempromosikan kebijaksanaannya dengan maksud untuk mengukuhkan pengertian dan penerimaan.

Humas bukan hanya sekadar suatu filsafat sosial yang diungkapkan dalam kebijaksanaan dan tindakan; ia juga merupakan badan yang mengkomunikasikan filsafat ini dengan memperhatikan kepentingan publik-publiknya. Komunikasi tersebut esensial untuk saling pengertian.Intinya, komunikasi ini tidak seharusnya diinterprestasikan sebagai pertukaran gagasan dan konsep.

Kesalahan Konsep yang Lazim

Humas merupakan suatu disiplin ilmu untuk memahami, mengatur, dan memotivasi sikap kelompok. Humas berhubungan dengan berbagai hal yang tak mudah dipahami dan sifatnya berbeda-beda. Ini pulalah yang mengarahkan kepada suatu pemahaman fungsi yang tidak lengkap.

Humas bukan merupakan pengganti bagi manajemen yang baik atau”obat” bagi kebijaksanaan, produk, atau pelayanan yang kurang baik. Sebuah organisasi yang dikelola dengan jelek akan mendapati tiada manfaatnya suatu usaha untuk memperoleh reputasi yang menyenangkan melalui suatu program humas. Pembelanjaan sejumlah besar uang untuk hiburan tidak pernah  dapat menggantikan pelaksanaan program humas dengan berhasil.

Humas bukan merupakan suatu alat untuk memperdaya publik. Seringkali sebuah peristiwa yang dramatis akan mengarah kepada karakteristik suatu humas sebagai bagian dari suatu aktivitas yang tidak jujur atau sanagt meragukan. Di tahun-tahun belakangan ini, misalnya media massa telah meningkatkan peliputannya tentang energi nuklir, suatu kecenderungan yang ditingkatkan sejak kecelakaan proyek nuklir di Three Mile Island. Publik telah dibanjiri kisah-kisah yang tak pernah akurat atau tak menarik. Sebuah film, misalnya telah menggambarkan seorang direktur humas dari suatu proyek nuklir fiktif sebagaipenjahat. Jenis pesan komunikasi ini tidak terelakkan lagi, telah menimbulkan efek kepada publik.

Sebagai bantahan terhadap hal ini, Atomic Industrial Forum (AIF), sebuah perkumpulan dagang internasional dengan 600 buah organisasi yang tertarik oleh pemanfaatan energi nuklir untuk perdamaian, pengembangan listrik, obat-obatan, dan pengapalan, telah menyusun sebuah program informasi untuk memberikan penjelasan kepada public mengenai kegunaan energi nuklir. Para anggota AIF itu meliputi pengusaha pabrik, perusahaan-perusahaan umum, universitas-universitas, serikat dagang, kelompok-kelompok peneliti, perusahaan-perusahaan tambang dan penggilingan, dan lembaga finansial. Butir yang harus di ingat adalah program AIF, seperti juga setiap program humas lainnya, harus mendapatkan kepercayaan yang berdasarkan integritas agar efektif.

Humas bukan merupakan suatu aktivitas sesat yang sifatnya membela untuk mengimbangi kesalahan manajemen dalam hubungannya dengan publik. Ketika menghadapi suatu krisis seperti suatu pemogokan, pertentangan kekuasaan, atau penyelidikan pemerintah maka manajemen dapat menoleh ke organisasi humasnya.

Strategi menetralisasi opini publik yang tidak menyenangkan ini disebut  fire alarm atau perbaikan humas. Setiap pempraktek akan menghadapi kemungkinan timbulnya suatu krisis sewaktu-waktu, tetapi mungkin juga harus berjuang mengantisipasi berbagai hambatan melalui perencanaan, menekankan pelaksanaan humas secara preventif.

Humas yang efektif bukanlah suatu aktivitas secara darurat atau untuk sesaat, tetapi merupakan suatu usaha yang terus menerus untk mengterpretasikan suatu lembaga kepada publiknya dan untuk memperoleh pengertian serta itikad baik dari publiknya. Humas itu sendiri tidka akan memperoleh kepercayaan kepercayaan dan penghormatan begitu saja; suatu reputasi yang baik tidak dapat diperoleh dalam satu malam.

Organisasi-organisasi bisnis di Amerika semakin meluas menggunakan lebih banyak pekerja, melayani lebih baik banyak pelanggan, membeli dari lebih banyak pemasok, dan emmbayar lebih banyak keuntungan kepada pemegang saham manajemen telah mengakui pentingnya menjalin dan memelihara hubungan baik denagn para pekerja, pemegang saham, pemasok, penyalur dan penjual, masyarakat di sekitarnya, pembeli, dan pemerintah; hanya melalui hubungan-hubungan seperti itulah maka pengertian publik mengenai kebijaksanaan dan pelaksanaannya dapat dicapai. Sekarang, pentingnya manajemen humas setara dengan manajemen keuangan rekayasa, pemabrikan, dan pemasaran.

Humas tidak hanya terbatas pada perusahaan-perusahaan besar saja. Setiap organisasi yang berhubungan dengan publik akan merasakan perlunya fungsi ini. Organisasi bisnis kecil, organisasi yang nirlaba, lembaga agama, organisasi kesejahteraan, lembaga pendidikan, organisasi-organisasi pemerintahan dan politik, serikat buruh, dan organisasi militer, semuanya mengkehendaki suatu pengertian menangani publiknya dan suatu pengertian yang saksama mengenai dirinya sendiri berdasarkan opini publiknya.

Menanggapi Pers di Masa Krisis

Ada tiga langkah konsep dasar yang akan membantu tim public relation sebelum menghadapi pers di masa krisis:

  • Sebagai bagian dari manajemen, juru bicara dari organisasi atau perusahaan adalah orang public relation. Tekankan bahwa para kepala departemen akan memberitahukan bawahannya bahwa mereka tidak diperkenankan berbicara dengan wartawan selama masa krisis berlangsung. Public Relation sebagai juru bicara yang akan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari para wartawan.
  • Sebelum menjawab atau merespon media, tentukan secara cepat dan tepat fakta yang meliputi kejadian krisis itu.
  • Berinisiatiflah untuk menghubungi media jika ingin menyampaikan suatu berita karena dengan cara ini maka berita yang akan disampaikan akan lebih akurat dan mencerminkan bahwa organisasi atau perusahaan lebih kooperatif dengan media.

Tuntutan dalam menanggapi media di saat krisis

  • Jangan pernah katakana “Off the record” karena biasanya akan di ekspos di media.
  • Tunjukkan bahwa memegan atau menyimpan informasi adalah untuk menghormati hak privasi seseorang dan menjaga posisi hokum perusahaan.
  • Persiapkan pernyataan untuk pers dan katakana pula bahwa perusahaan telah berusaha mengatasi, menanggulangi, memerangi serta sedang menjalankan cara-cara untuk mengendalikannya. Dalam membuat pernyataan ini, ada baiknya bekerja sama dengan pihak penasihat hokum perusahaan.
  • Jawablah segala pertanyaan secara singkat dan cepat agar dapat segera tertayang
  • Tetaplah tenang, cobalah tetap melakukan sikap kooperatif dengan media.
  • Jangan katakan”No comment” dan pergi meninggalkan orang pers begitu saja. Jika tidak dapat memberikan komentar karena sedang dilakukan investigasi maka katakanlah itu di depan pers.
  • Buatlah kerja sama dengan pers menjadi mudah. Tugas mereka adalah memberitakan dan mengungkapkan apa cerita sebenarnya atas kejadian ini secepatnya kepada para pemirsa, pembaca, atau pendengarnya. Meskipun orang public relation tidak bisa menceritakan secara keseluruhan, usahakanlah ceritakan kejadian itu sebanyak mungkin.
  • Jika sudah saatnya membeberkan fakta yang terjadi, hanya beberkan yang telah dikonfirmasi kebenarannya, jangan lah membeberkan cerita spekulatif tentang segala hal, misalnya jumlah kerugian, jumlah korban, dan sebagainya.        Penanganan di situasi krisis:
    • Manajer puncak akan terus melakukan kontak dengan reporter media. Public Relation harus pastikan bahwa itu akan dilakukan di lokasi yang baik, misalnya di perusahaan dan dilakukan secepatnya.
    • Tanggung jawab atas fakta yang diberikan kepada pers dan kepada public akhirnya terletak pada manajer puncak atau seseorang dari organisasi lain.
    • Peliharalah kontak terus-menerus dengan media. Dengan begitu, media akan memberi tahu apa yang tidak diketahui sebelumnya. Usaha ini dilakukan agar informasi yang diberikan tidak keliru.
    • Kumpulkan setiap fakta yang didapatkan, termasuk dari surat kabar. Usaha ini untuk menghindari terjadinya duplikasi laporan dan kesimpangsiuran.
    • Ada banyak alasan mengapa Anda tidak diperkenankan menyebutkan nama.
    • Jangan pernah berargumen dengan wartawan tentang nilai sebuah berita.
    • Jangan pilih kasih dalam memberikan berita ke media.
    • Ungkapkan informasi meski tanpa penjelasan lebih lanjut.
    • Selalu sadar dengan siapa Anda berbicara.
    • Jangan salah, penuh sensasi, berbelit-belit, atau lama dalam menjawab pertanyaan. Reporter media akan melihat ini dan langsung akan menanggapi hal tersebut.
    • Waspada terhadap juru foto. Meski Anda tidak memiliko hak untuk melarang juru foto yang mengambil gambar dari luar, tetapi pada saat mereka mengambil gambar di dalam maka harus di atur.
    • Sadarilah ada jeda waktu pada saat Anda mendapatkan informasi dengan pada saat Anda memberikannya pada media.
    • Milikilah nama-nama yang selamat dan nama seluruh karyawan unruk referensi Anda jika sewaktu-waktu diperlukan.
    • Jika estimasi kerusakan harus diberikan kepada pers, buatlah pernyataan berdasar pada gambaran umum atas kerusakan.
    • Selalu menekankan kepada hal-hal yang positif. Jika fakta telah terungkap, jelaskan dan berikan kepada media.
    • Jangan mengucapkan nama korban tanpa mendapat persetujuan dari pihak keluarganya.Beritahukan kepada wartawan bahwa nama-nama korban baru akan diberikan jika sudah ada persetujuan

Contoh kasus di Indonesia yang melibatkan peran Humas (Public Relation):

Peran Humas PT.PERTAMINA (Persero) BBM Retail Region IV dalam menyelesaikan kasus kecelakaan gas elpiji 3 Kg yang terjadi di wilayah Jateng dan DIY.

PT.Pertamina merupakan perusahaan penyuplai bahan bakar terbesar di Indonesia. Akhir-akhir ini, perusahaan ini mendapatkan sebuah ujian besar dalam mempertahankan eksistensinya di hadapan seluruh masyarakat Indonesia.

Sejak tahun 2007 lalu, pemerintah mengajak serta PT.Pertamina untuk mengadakan program konversi minyak tanah ke gas elpiji 3 kg. Hal ini tentu mendapat banyak perhatian dari masyarakat Indonesia, karena hal ini merupakan kebutuhan yang pokok bagi manusia dalam mempertahankan hidupnya.

Dampak dari kegiatan konversi ini melibatkan sebagian besar masyarakat Indonesia. Baik masyarakat dari kelas menengah ke atas maupun masyarakat kelas bawah mau tidak mau harus merubah pola hidup mereka dari yang biasanya memasak dan melakukan kegiatan yang menggunakan bahan bakar minyak sekarang harus di ganti dengan menggunakan gas elpiji 3 kg.

Dari kegiatan konversi ini, pro dan  kontra pun akhirnya timbul dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Pada saat awal program konversi minyak tanah ke gas LPG diluncurkan tahun 2007, mendapat penolakan keras dari masyarakat dengan alasan tidak efektif dan efisien serta tidak aman karena bisa meledak. Akan tetapi setelah melalui sosialisasi secara berkesinambungan akhirnya masyarakat bisa menerima, bahkan sekarang permintaan akan gas LPG terus bertambah” tandas menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro ketika memberikan sambutan pada acara Pencanangan Percepatan Program Konversi minyak Tanah ke Gas LPG (http://temanggungcity.wordpress.com/2009/03/10/konversi-minyak-ke-gas/).

PT.Pertamina yang berperan sebagai penyedia dan pengatur pemasaran gas elpiji 3 kg mendapatkan dampak dari kejadian buruk yang banyak terjadi di masyarakat. Masyarakat cenderung menyalahkan mereka atas kecelakaan akibat ledakan tabung gas elpiji 3 kg. Karena masyarakat tahu bahwa yang mengatur dan memasarkan gas elpiji adalah PT.Pertamina. Sehingga PT. Pertamina dianggap harus bertanggung  jawab atas beberapa kecelakaan yang terjadi.

Masyarakat cenderung merasa takut menggunakan lagi produk PT. Pertamina terutama gas elpiji ukuran 3 kg. Karena banyaknya kasus-kasus gas elpiji yang  meledak di lingkungan masyarakat. Contohnya di wilayah Jateng & DIY ada sekitar 20 korban ledakan elpiji (Tempo, Selasa,13 Juli 2010). Dari banyaknya korban ini tentu memberikan dampak yang cukup berat bagi Humas PT. Pertamina (Persero) BBM Retail Region IV. Humas PT. Pertamina harus berusaha keras untuk dapat mempertahankan dan memulihkan lagi citra perusahaan yang mulai menurun di mata masyarakat. Karena citra perusahaan sangatlah penting bagi perusahaan agar konsumen bisa menjadi pelanggan yang loyal. Citra organisasi atau perusahaan adalah citra dari suatu organisasi secara keseluruhan,bukan hanya citra atas produk dan pelayanan. (Jefkins,Frank.1992:8).

Dalam pencapaian tujuan pelaksanaan konversi minyak ke gas PT. Pertamina harus berupaya maksimal untuk mengadakan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat tentang pemakaian tabung gas elpiji yang benar. Namun karena ada sebagian dari masyarakat yang tidak mengerti dengan benar bagaimana pemakaian dan perawatan gas elpiji juga adanya oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga menimbulkan beberapa kasus terjadi akibat konversi gas elpiji 3 kg pada masyarakat Indonesia. Hal ini membuat PT.Pertamina mengalami krisis pada perusahaan dan berdampak langung pada reputasi, citra serta kepercayaan masyarakat terhadap existensi perusahaan.

Hal ini lah yang menjadikan humas PT.Pertamina berjuang lebih keras untuk mempertahankan sekaligus me-recovery kembali citra perusahaan melalui pemilihan cara penyelesaian masalah kasus ledakan elpiji ini.

Langkah yang dilakukan oleh Humas Pertamina dalam menangani kasus ini  adalah:

  • Humas Pertamina berperan sebagai Fasilitator Komunikasi (Communication Fasilitator)

Humas bertindak sebagai komunikator atau mediator untuk membantu medengar apa yang menjadi keinginan dan harapan publik. Biasanya dilakukan melalui contact pertamina maupun surat dari publik.

  • Fasilitator Pemecah Masalah (Problem Solving Process Fasilitator)

Humas bertindak sebagai membantu proses pemecahan masalah. Mulai dari ide sampai pada proses pelaksanaan penyelesaian kasus. Langkah – langkah tersebut sebagai kontribusi PT. Pertamina (Persero) BBM Retail Region IV dalam memberikan manfaat terhadap perusahaan dan publik, sesuai dengan visi perusahaan, yaitu menjadi unit usaha terbaik, tanggung jawab, dan terpercaya. Visi ini erat kaitannya dengan menjalin hubungan yang harmonis dengan publik sekitar karena publik adalah bagian yang penting untuk menunjang kelangsungan suatu perusahaan. Terutama adalah saat perusahaan mengalami suatu krisis dalam mempertahankan citranya dimata masyarakat karena suatu kasus yang berkaitan dengan produk dan hubungan perusahaan dengan public  secara langsung. Dalam hal inilah seorang Humas harus memberikan perannya secara maksimal dalam menyelesaikan kasus tersebut agar citra perusahaan tetap terjaga.

Sebagai seorang Humas dalam menghadapi kasus ini melakukan beberapa tindakan. Tindakan yang di lakukan telah sesuai dengan teori yang ada yaitu teori dari (Cutlip dan Center, Iriantara,2007:14) mengenai pendekatan manajerial. Pendekatan itu dengan cara:

1. Mencari penyebab kejadian

Humas biasanya mengetahui berita kecelakaan gas elpiji 3 kg dari pengaduan warga, media dan juga dari pemberitahuan karyawan PT.Pertamina sendiri. Setelah mendengar berita tersebut, Humas bekerjasama dengan pihak Gas Domestik yang merupakan penanggung jawab kegiatan konversi gas elpiji 3 kg turun kelapangan langsung untuk mengetahui fakta yang ada.

Kegiatan pencarian fakta untuk menanyakan tentang seluk beluk kejadian di lakukan dengan turun langsung ke lapangan dan dengan melakukan pendekatan persuasive melalui wawancara kepada korban langung maupun dengan tetangga-tetangga korban. Kegiatan tersebut biasanya dilakukan langung ke rumah korban dan apabila ada korban jiwa dalam kecelakaan ini, maka kegiatan wawancara dilakukan di rumah sakit tempat korban dilarikan untuk mendapatkan pertolongan.

Berdasarkan hasil penemuan fakta yang ada dilapangan, beberapa kecelakaan yang terjadi adalah dikarenakan kelalaian pemakaian, proses perawatan dan kebocoran tabung gas yang diakibatkan oleh beberapa agen yang melakukan kecurangan-kecurangan seperti yang telah banyak diberitakan di media.

2. Memberikan bantuan kepada korban

Dari penelusuran fakta yang ada, diketahui jumlah korban dan kerugian material yang harus ditanggung baik itu fisik rumah maupun perawatan kesembuhan korban. Dari hasil penilaian itulah, maka Pertamina merencanakan untuk memberikan suatu asuransi yang mana semua orang yang mendapatkan kompor dan tabung gas elpiji telah mendapatkan asuransi jiwa dari PT.Pertamina. Sedangkan jumlah dan saratnya telah di tentukan dan proses pemberian asuransinya harus sesuai dengan prosedur.

Bantuan yang disebut dengan tali asih ini merupakan program dari PT.Pertamina sebagai rencana yang telah diperhitungkan apabila suatu saat akan terjadi kecelakaan akibat pemakaian gas elpiji. Korban yang telah memenuhi prosedur tentunya langung diberikan bantuan sesuai dengan nominal asuransi yang telah di tentukan sebelumnya. Asuransi itu berkisar antara 1 juta sampai seluruh biaya perawatan rumah sakit untuk korban yang mengalami cedera badan, sedangkan yang korban meninggal dunia pihak keluarganya di berikan santunan. Perencanaan yang telah ditetapkan dan di ukur sesuai dengan jumlah kerugian segera diberikan langsung kepada korban agar mereka bisa langsung mendapatkan perawatan dan tidak merasa dirugikan atau merasa tidak mendapatkan perhatian dari pihak Pertamina

Tindakan berikutnya setelah perencanaan tentang jumlah bantuan dana tali asih ditentukan, maka pihak Pertamina dengan segera memberikannya kepada korban. Selain itu, tidak lupa diberikan pengetahuan tambahan cara penggunaan elpiji yang aman agar tidak terjadi lagi hal yang serupa. Serta, korban diberikan surat pernyataan yang isinya tidak melakukan penuntutan terhadap PT.Pertamina setelah proses tali asih dari PT.Pertamina telah berakhir.

Untuk membantu mengkomunikasikan kepada public luar, Humas PT.Pertamina juga bekerjasama dengan pihak media untuk melakukan pemberitaan kepada publik mengenai kasus ledakan gas elpiji dan tindakan penyelesaian kasus kecelakaan

3. Melakukan tindakan evaluasi

Tahap terakhir adalah evaluating. Setelah selesai pemberian bantuan kepada korban, pihak Pertamina mengevaluasi tindakan yang telah dilakukan, apakah sudah bisa diterima baik oleh korban dan tindakan tersebut apakah telah mampu mengembalikan lagi citra perusahaan di mata korban.

4. Melakukan upaya pencegahan kasus agar tidak terjadi lagi.

Dengan beberapa jumlah kasus kecelakaan akibat gas elpiji yang terjadi maka

PT.Pertamina melakukan upaya guna mencegah kasus kecelakaan gas elpiji terjadi kembali. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan resosialisasi yang dilakukan di beberapa kecamatan yang ada di seluruh wilayah Jateng dan DIY. Proses resosialisasi ini bertujuan untuk menciptakan kader-kader yang nantinya akan dapat memberikan pengetahuan yang lebih kepada pihak-pihak konsumen agar lebih mengerti bagaimana cara pemakaian dan perawatan yang benar sesuai prosedur yang ada. Selain itu juga resosialisasi juga diberikan kepada pramuka-pramuka agar mereka bisa membantu menyalurkannya kepada pihak-pihak keluarga ataupun tetangga-tetangga mereka yang lain.

Selain itu dilakukan pula Quality Control kepada SPBE setiap harinya dengan

melakukan pengecekan terhadap tabung elpiji, mulai dari proses kelayakan pakai tabung gas, perlengkapan dan aksesoris tabung hingga proses pendistribusian ke agen-agen. Proses ini dilakukan untuk mengurangi kelalaian SPBE agar tidak mendistribusikan tabung yang tidak layak pakai dan dapat mengakibatkan kecelakaan terjadi lagi.

BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Menjadi seorang Public Relation  yang sukses pada dasarnya di dasari oleh keahlian komunikasi, pengetahuan media dan manajemen, kemampuan memecahkan masalah, motivasi, dan kemampuan intelektual yang mengagumkan.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Moore, Frazier. 2005. Humas. Bandung. PT. REMAJA ROSDAKARYA BANDUNG

 

 

Standar

siskailkom12

182636_193737343981463_193737157314815_569274_3956276_a

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.Demikian juga dengan mewabahnya konflik di Indonesia yang sudah menjadi fakta warisan.

Umumnya konflik di Indonesia dilatarbelakangi oleh perbedaan suku dan agama.Terutama perbedaan suku yang disebabkan banyaknya daerah di Indonesia yang masih terisolasi.

Dengan dibawasertanya ciri-ciri kesukuan dalam interaksi sosial,yang sering diidentikkan denagn penggunaan bahasa daerah, kehadiran konflik menjadi  situasi yang wajar dalam masyarakat Indonesia.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik .

Pluralisme yang kita miliki selama ini, seringkali menimbulkan konflik terutama karena kemajemukan suku yang kita miliki.

Namun, sudah relakah kita merusak keunikan Indonesia dengan konflik yang kita picu?

Konflik nasional memang memberi dampak yang besar,tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengatasi nya…

Lihat pos aslinya 778 kata lagi

SESEDERHANA SALAM UNTUK SERUMIT KONFLIK

Standar

182636_193737343981463_193737157314815_569274_3956276_a

Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.Demikian juga dengan mewabahnya konflik di Indonesia yang sudah menjadi fakta warisan.

Umumnya konflik di Indonesia dilatarbelakangi oleh perbedaan suku dan agama.Terutama perbedaan suku yang disebabkan banyaknya daerah di Indonesia yang masih terisolasi.

Dengan dibawasertanya ciri-ciri kesukuan dalam interaksi sosial,yang sering diidentikkan denagn penggunaan bahasa daerah, kehadiran konflik menjadi  situasi yang wajar dalam masyarakat Indonesia.

Konflik bertentangan dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik .

Pluralisme yang kita miliki selama ini, seringkali menimbulkan konflik terutama karena kemajemukan suku yang kita miliki.

Namun, sudah relakah kita merusak keunikan Indonesia dengan konflik yang kita picu?

Konflik nasional memang memberi dampak yang besar,tetapi bukan berarti kita tidak bisa mengatasi nya dengan mulai mengurangi skala konflik itu.

Kita hanya butuh komunikasi yang baik untuk mencegah konflik.Sesederhana saat kita mengucapkan salam kepada orang yang baru kita kenal untuk mencegah relasi yang tidak baik.

Kepluralismean suku di Indonesia dapat diketahui dari penyebaran keberadaannya di wilayah-wilayah Indonesia.

Keberadaan suku di Indonesia menurut provinsinya antara lain di pulau Jawa : Suku Jawa, Suku Sunda, Suku Banten, Suku Betawi, Suku Tengger, Suku Osing, Suku Baduy,di Madura: Suku Madura di Sumatera: Suku Melayu, Suku Batak, Suku Minangkabau, Suku Aceh, Suku Lampung, Suku Kubu,di Kalimantan: Suku Dayak, Suku Banjar,di Sulawesi: Suku Makassar, Suku Bugis, Suku Mandar, Suku Tolaki, Suku Minahasa, Suku Gorontalo, Suku Toraja, Suku Bajau,di Kepulauan Sunda Kecil: Suku Bali, Suku Sasak,di Maluku: Suku Ambon, Suku Nuaulu, Suku Manusela, Suku Wemale,diPapua: Suku Dani, Suku Bauzi, Suku Asmat (Wikipedia:2003)

Keberadaan suku-suku di atas menghasilkan banyak bahasa daerah.Ada 742 bahasa etnis atau bahasa daerah yang dimiliki bangsa Indonesia (Ismira:2011).

Keberanekaragaman suku dan bahasa bangsa Indonesia  merupakan faktor aneka warna bangsa Indonesia.Hal ini sering kita banggakan,tetapi di sisi lainnya, ini juga membuat pembangunan lebih sukar.

Mengatur dan mengurus sejumlah orang yang memiliki kesamaan ciri,kehendak, dan adat istiadatnya sudah pasti lebih mudah daripada mengurus  sejumlah orang yang semuanya berbeda-beda mengenal hal-hal tersebut tadi apalagi kalau orang-orang yang berbeda-beda itu tak dapat saling bergaul baik satu dengan lain (Koentjaraningrat  1982:375).

Banyaknya fenomena konflik di Indonesia bukan berarti tidak ada solusi untuk mengurangi dan mengatasinya.Kita hanya butuh keberanian untuk memulai komunikasi dengan yang lainnya.Tepatnya komunikasi perdamaian.

Masyarakat Pontianak,Manado,Kupang,dan Makassar telah memulainya dengan melakukan komunikasi lewat dialog semiloka.Mereka merumuskan bahwa perdamaian bukanlah sebuah keadaan yang tidak ada lagi perbedaan,tetapi justru yang menghargai perbedaan.Perdamaian tidak harus semuanya menjadi sama,tetapi saling menghormati (Tanuwibowo: 2002)

Keefektifan komunikasi dalam mencegah dan mengatasi konflik juga dapat kita temui dalam pelaksanaan otonomi daerah.Pada dasarnya, pemerintah mewujudkan ini sebagai realisasi dari sistem desentralisasi.

Agar terjalin kerjasama antar daerah yang melibatkan daerah-daerah otonom dilakukan dialog yang berwujud sharing (dalam Pratikno,Yudhoyono 2002:12).

Semakin tinggi derajat sharing mereka, semakin banyak kerjasama yang terwujud dan kemungkinan terjadinya konflik semakin kecil.Demikian sebaliknya, semakin rendah derajat sharing semakin sedikit kerjasama yang terwujud dan kemungkinan konflik terjadi semakin besar.

Jika melakukan komunikasi antardaerah masih tergolong sulit untuk dilakukan maka hal ini dapat diwujudkan melalui kelompok yang lebih kecil,yaitu melalui pembentukan komunitas.

Di dalam sebuah komunitas, terjadi komunikasi yang akan menumbuhkan keinginan untuk mengenalkan komunitasnya kepada komunitas yang memiliki kebudayaan berbeda.

Kita juga perlu membangun pusat-pusat komunitas yang memungkinkan orang-orang dari berbagai kelompok bersosialisasi  (Deddy Mulyana 2001:14).

Kesenian daerah menjadi alternatif baru untuk berkomunikasi.Selain memperkenalkan kebudayan masing-masing daerah juga membangun sosialisasi satu dengan lainnya.

Seperti yang dilakukan oleh Pak Dalang dan rekannya.Mereka melakukan pertunjukan wayang  untuk menyampaikan pesan (Keluarga berencana) kepada penontonnya.

Pertunjukan seni tradisional wayang golek sebagai sarana hiburan penerangan dan pendidikan adalah media kegiatan menyampaikan pesan kepada penonton oleh Pak Dalang bersama rekan-rekannya (Onong Uchjana 1986:182).

Kita juga bisa melakukan hal yang sama dengan menggunakan kesenian daerah masing-masing untuk menyampaikan pesan persahabatan dan pesan damai.

Dilihat dari aspek individu, mencegah dan mengatasi adanya konflik dapat dilakukan setiap orang dengan melakukan hubungan manusiawi.

Hubungan manusiawi termasuk komunikasi karena sifatnya action oriented, mengandung kegiatan untuk mengubah sikap,pendapat atau perilaku seseorang  (Onong:2003).

Cakupan komunikasi bukan tidak hanya menggunakan kata-kata (komunikasi verbal) tetapi juga penyampaian pesan nonverbal yang berhubungan dengan cara mengungkapkan pesan verbal (disebut pesan paralinguistik).Satu pesan verbal yang sama dapat menyampaikan arti yang berbeda (Jalaluddin Rakhmat  tanpa tahun :292).

Kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa daerah memiliki peranan penting dalam menangan konflik di Indonesia.
Seseorang yang mampu bicara berbagai macam bahasa membuat seseorang menjadi jauh lebih bijaksana dalam menangani masalah dibanding dgn yang bisa satu bahasa karena bisa melihat masalah dengan berbagai perspektif,” kata Mia Lauder, ahli bahasa dari departemen linguistik Fakultas Ilmu Budaya Universitas Indonesia, dalam acara diseminasi hasil penelitian mengenai bahasa-bahas etnis di Indonesia yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Jakarta, Kamis (15/12).

Komunikasi menggunakan simbol juga dapat memicu konflik yang berada disekitar masyarakat.Simbol yang  dimaksud tidak harus berupa karya manusia.Manusia sendiri juga merupakan simbol yang hidup.Dari semua simbol, simbol yang paling kuat adalah manusia yang hidup (widyamartaya:2006).

Kekuatan manusia sebagai simbol lewat aplikasi ilmu,sikap,dan perilaku dapat memicu hal positif dan negatif, tergantung bagaimana kita merepresentasikannya dalam kehidupan.Hal negative yang ditimbulkan dapat berupa separatisme dan jenis konflik lainnya.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

(Daya kekuatan simbol,di terjemahkan oleh A.Widyamartaya,Yogyakarta, penerbit kanisius(anggota IKAPI)) F.W.Dillistone.2006, the power of Symbols )

(kerjasama antar daerah, ed :Dr.Pratikno, M.Soc.Sc,2007, Yogyakarta, diterbitkan oleh program s2 politik local dan otonomi daerah ugm, jurusan ilmu pem (jip) fisipol ugm, percetakan Jogja global media).

Rakhmat Jalaluddin.Tanpa tahun.Psikologi Komunikasi.Bandung.REMAJA KARYA

Uchjana Effendy,Onong.2003.Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.Bandung.PT.REMAJA ROSDAKARYA.

Budi S.Tanuwibowo,dkk.2002.Yogyakarta.PUSATAKA BELAJAR

Mulyana,deddy.2001.Nuansa-nuansa Komunikasi.Bandung.PT.REMAJA ROSDAKARYA

Uchjana,onong.1986.Dinamika Komunikasi.Bandung.CV.REMAJA KARYA

 

 

 

 

 

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Standar

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.