MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Standar

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

 

 

MULTIEKSOTISME DANAU TOBA

Danau Toba memiliki predikat danau terbesar kedua di dunia sesudah Danau Victoria, tetapi seluruh pesona yang dimilikinya tidak ada duanya. Sulit untuk membayangkan ada tempat yang lebih indah untuk dikunjungi selain Danau Toba, karena di tempat ini kita dapat melakukan berbagai macam hal yang menyenangkan untuk menikmati keindahan alam seperti mendaki gunung, berenang dan berperahu layar yang sanggup membius, dalam keindahan pemandangan yang menakjubkan. Udaranya bersih dan sejuk harmonis dengan  suasana santai masyarakatnya yang ramah membuat wisatawan akan datang kembali setelah mengunjungi danau ini.

Danau yang keindahannya bisa dinikmati dari setiap sudut ini terletak di Provinsi Sumatera Utara,Kabupaten Simalungun, tepatnya di Parapat.

Pesona yang disajikan danau ini adalah pancaran keindahan yang belum terjamah tangan manusia layaknya sajian keindahan awal penciptaan.Dimulai dari pinggirannya yang dihiasi air terjun yang indah, kemudian di sekitarnya banyak tumbuh hutan-hutan pinus yang tertata asri.Di bagian pinggiran lainnya juga terdapat sebuah tempat wisata yang dinamakan tanjung unta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar pemandangan danau toba yang dapat dinikmati dengan menggunakan speed boat dan fasilitas transportasi air lainnya.

Sesuai dengan citra nya yang eksotis, proses terbentuknya danau ini juga melalui proses geologi yang eksotis pula. Danau Toba terbentuk dari sebuah Letusan Gunung Toba, yang diperkirakan terjadi 73.000 ± 4000 tahun yang lalu, menjadi letusan terakhir dan terbaru sebagai “supervolcano”. Bill Rose dan Craig Chesner dari Michigan Technological University menyimpulkan bahwa total jumlah material dari letusan adalah sekitar 2800 km3; dengan 800km3 ignimbrite yang mengalir di dataran dan di 2.000km3 itu jatuh sebagai abu yang diterbangkan oleh angin yang bertiup ke arah barat.Suatu area besar yang anjlok setelah letusan akibat dimuntahkannya material letusan (material vulkanik) dalam volumen yang sangat besar dan kuat, kemudian membentuk suatu kaldera, yang terisi dengan air yang membentuk Danau Toba.

Tak cukup dengan keindahan sebuah danau, keunikannya bertambah lagi ketika dasar dari kaldera terangkat membentuk Samosir, suatu pulau besar di dalam danau. Pengangkatan seperti itu sering terjadi pada kaldera yang sangat besar, hal tersebut terjadi akibat tekanan keatas oleh magma. Toba merupakan caldera yang terbesar yang terbentuk di atas permukaan bumi ini (Yokohama dan Hehanusa, 1981).

Di Pulau Samosir terdapat Makam Raja Sidabutar, yang usianya sudah 500 tahun. Juga terdapat Patung Sigale-Gale (Patung yang bisa menari).Pulau ini merupakan tempat beradanya kuburan-kuburan Batak yang eksotis serta artefak kebudayaan Batak lainnya.

 

 

 

Gambar artefak dan rumah adat  suku batak toba yang mendiami Pulau Samosir.

Pulau ini juga  memilki 2 danau, yaitu Danau Sidihoni dan Danau Aek Natonang di bagian tengahnya,sehingga terlihat ada danau bertingkat atau ada danau di atas danau. Di bagian tengah kedua danau ini akan ditemukan pegunungan yang curam dengan kabut yang sejuk, air terjun yang jernih untuk berenang, dan masyarakat setempat yang sedang menggiring kerbau ke ladang.Di sini, kemanapun Anda pergi maka akan segera menemukan teman baru.

Di pulau induknya, terdapat akomodasi di Kota Parapat. Parapat berada di semenanjung berbatu yang kecil dan menonjol ke danau. Dalam perjalanan ke Parapat Anda akan melihat pemandangan spektakuler. Parapat dihuni masyarakat Batak Toba dan Batak Simalungun yang dikenal ramah mudah bergaul.  Masyarakat Batak terkenal menyukai lagu-lagu bertema cinta yang riang dan penuh perasaan.Suasana pedesaan yang permai dikelilingi ladang, gereja dan kuburan eksotik yang memenuhi lahan juga menjadi pemandangan yang menjadi ciri daerah ini.

Kekaguman akan Danau Toba muncul tidak hanya karena sajian keindahan alamnya, danau ini juga menyajikan nilai sejarah yang masih terjaga hingga saat ini yaitu ada nya Wisma Soekarno di bagian tepinya.Bangunan ini di desain dengan indah dan unik dengan balutan cat warna putih yang megah.

Sedangkan sajian sejarah local, dapat ditemui adanya Objek wisata Batu Gantung.Di sana terdapat batu mirip seorang perempuan dan anjingnya yang di ceritakan melalui legenda suku batak.Akan tetapi, di kaji secara ilmiah terbentuknya objek wisata ini disebabkan proses geografi.

Secara administratif, Danau Toba membentang di tujuh kabupaten, yaitu Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Simalungun.Keadaan ini menjadikan Danau Toba menjadi mediator yang mengeratkan relasi ketujuhnya.

Berbagai cinderamata bisa didapati di sekitar Danau Toba, seperti kalendar Batak kuno dengan tulisan asli Batak, gitar Batak dari kayu dan beragam souvenir unik lainnya.

Kain Ulos khas Danau Toba merupakan salah satu kerajinan tradisional Batak yang terkenal. Kain ini didominasi warna merah, hitam dan putih yang biasanya ditenun dengan benang berwarna emas dan perak. Kain ulos beragam jenis, diantaranya: bintang maratur, ragiidup, sibolang, ragihotang, mangiring dan sadum.

Selain menyajikan keeksotisan, danau ini juga mengeksotiskan dengan adanya tempat mandi air belarang, yang bermanfaat untuk menyehatkan kulit, jerawat dll.

Seluruh eksotisme yang dimilki danau ini tak heran menjadikannya  pernah meraih predikat sebagai destinasi terfavorit di Indonesia, dengan mencapai lebih dari 4.000.000 wisatawan yang datang ke tempat itu dalam setahun, juga merupakan salah satu dari 77 nominator keajaiban dunia 2008.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s