Monthly Archives: April 2013

:GALAU itu menular? “

Standar

155660_433215893438444_887602007_n 558467_430829713677062_66111414_n

 

 

You’ve been on my mind

I grow fonder every day,

Lose myself in time

Just thinking of your face

God only knowsWhy it’s taking me so long

To let my doubts go

You’re the only one that I want

Bagian lirik lagu yang menyenang kan bukan?

hahag

yahhh, menyenangkan untuk menggalaukan

ūüėÄ

Setelah beberapa hal yang terlewati,  terutama dengungan status d fb dan kicauan d tw, pernahkah kau berpikir kalau ternyata banyak hal yang menular di dunia ni?

well, tawa dan senyum itu menular, tu lah sebab ny d beberapa negara banyak orang yang membentuk komunitas tawa. Sekilas memang aneh, tetapi setidaknya setiap moment yang mereka habiskan adalah hal yang menyenangkan.

Di pagi hari, pada hari ayng ditentukan pula, anggota komunitas ini berlatih tertawa. Awalnya mereka berpura pura tertawa, namun pada akhir nya mereka sunggug-sungguh tertawa. Itu karena memang tawa menular, ketika mereka saling memandang wajah teman nya yang tertawa, secara tidak langsung ekspresi tawa tersebut menstimulus lawan pandang nya untuk tertawa juga.

okay, itu fakta tentang tawa yang menular, kemudian saya berpikir bahwa galau juga menular,

ūüôā

tidak percaya?

beberapa hari terakhir ini aku mencoba focus on untuk smua tweet di tw ku yang berkicau ria tentang kegalauan. Kuantitas akun tw yang berkicau tentang umbaran kegalauan, solusi kegalauan, mencegah (tepatnya lari dari kegalauan) kegalauan, penghiburan buat makhluk galau, semakin bertambah. Banyak juga akun- akun tw yang konyol bermunculan, mempelesetkan (tepatnya membully) kegalauan seseorang.

Right, aku mencoba mencerna setiap uantaian kata-kata yang membawa kebatinan terinfeksi virus galau. Awalnya memang semua baik-baik saja tetapi berselang beberapa hari, bersentuhan dengan akun yang totally membahas kegalauan menjadikan mind set ku pun mulai menghubung hubungkan dan mengidenikkan keberadaan sosok lawan jenis ku dengan umbaran akun tw tersebut.

Sekali mencoba menikmati umbaran tersebut, saya semakin terjerat, sensitivitas wanita saya mulai mengajak ku untuk mewek. Okay, tepatnya aku mulai mengidentikkan perasaan ku dengan umbaran akun tw tersebut. Finally, aku terkena galau.

Yup, simple and long

begitulah proses penularan galau menurutku

kita gak harus melakukan koneksi langsung dengan orang lain, untuk terinfeksi virus galau ini,kita hanya butuh mengidentikkan keadaan kita dengan umbaran galau d media untuk terjerat dengan itu.

trus, move on ny pie?

hahag,

simple, kalau terinfeksinya hanya lewat media, manage lah timing dan mind set, untuk tidak bersentuhan dengan akun-akun sperti itu, setidaknya mengurangi frekuensi nya, kemudia isi hari mu dengan kesibukan lain

 

#wahhhhh,

mash ad st matkul uts lgi, n i must prepare it

okayyy

i know it’s simple and maybe not important, but i just want share my opinion

:))

ūüėÄ

 

 

 

REVIEW JURNAL Kebudayaan Timur dan Barat dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan

Standar

 

REVIEW JURNAL

Kebudayaan Timur dan Barat dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan 

            Interaksi kita dengan orang lain memiliki tingkat keeratan dan rasa keterikatan  yang berbeda. Di antara mereka, ada yang hanya menjadi orang asing untuk kita dan ada juga  yang menjadi kenalan bagi kita. Kita mengetahui nama, alamat, dan identitas formal lainnya milik mereka. Sedikit lebih sering berinteraksi dan pengetahuan kita tentang mereka lebih banyak, sering dinamakan teman.

Naik setingkat, kita menamai mereka sahabat. Sahabat adalah orang yang kita beri tempat khsusus dalam hati kita. Kita mempercayainya, hubungan kita dengannya sejajar, timbal-balik, dan bersifat saling mengembangkan, tak ada yang menjadi parasit bagi yang lainnya. Kenalan, sahabat, dan teman dapat sama atau berbeda jenis.

Jika dari antara mereka ada yang berlawanan jenis dengan kita dan kita saling menjagai untuk pada suatu saat membangun keluarga menjadi suami-istri maka orang itu menjadi kekasih kita. Hubungan kita dengannya jauh lebih komplit daripada hubungan kita dengan sahabat, hubungan ini lah yang sering disebut romantic relationship.Dengan kenalan, teman, sahabat, dan kekasih itu kita saling berkomunikasi melalui komunikasi interpersonal.

Komunikasi interpersonal adalah  interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang yang pengirimnya dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menyampaikan pesan secara dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula ( Agus M. Hardjana, 2003:85).

Salah satu cakupan dalam  komunikasi interpersonal adalah romantic relationsip . Cakupan ini sering digambarkan lewat tayangan audio visual televisi. Media ini dipilih untuk menayangkan gambaran kisah romantic relation karena diminati oleh masyarakat. Televisi sendiri merupakan salah satu bentuk komunikasi massa.

Kehadiran televisi di Indonesia semakin eksis dengan adanya tayangan sinetron. Pada umumnya sinetron yang diminati masyarakat Indonesia adalah sinetron yang mencitrakan romantic relationship. Kisah romantic relationship yang di kaji oleh penulis adalah sinetron betawi yang berjudul Si Doel Anak Sekolahan.

Penulis tertarik untuk mengulas sinetron ini lebih lanjut karena memiliki keunikan, yaitu menceritakan kisah percintaan yang melibatkan 3 insan dengan 2 latar belakang budaya  yang berbeda.

Secara umum, metode yang digunakan penulis dalam mengulas sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini adalah metode kualitatif, tetapi di dukung oleh data kuantitatif yang mengakuratkan hasil ulasan.

Awalnya, sinetron yang perdana ditayangkan di RCTI ini bercerita tentang pengorbanan keluarga Doel untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya (kuliah) dengan menjual tanah warisan keluarga mereka. Kemudian, kisah nya berlanjut pada cinta segitiga antara Kasdoelah, seorang pemuda asli betawi (dipanggil Doel) diperankan oleh Rano Karno, Zaenab ( pemudi asli betawi yang masih memiliki hubungan saudara jauh dengan Doel) diperankan oleh Maudy Koesnadi , dan seorang wanita keturunan Indo-Belanda yang bernama Sarah (diperankan oleh Cornelia Agatha).

Kisah Si Doel bergelut dengan berbagai jenis pekerjaan yang tidak menjanjikan sebelum sukses berkarir juga diceritakan dalam sinetron ini.

Pendalaman karakter saat bermain menghantarkan langkah pemeran sinetron ini merengkuh kesuksesan. Masyarakat Indonesia umumnya meminati film ini. Selain karena kisah nya yang dekat dengan masyarakat (mengangkat corak kebudayaan betawi dalam penyajian sinetron) juga karena penontonnya didominasi oleh kaum wanita yang umumnya menyukai kisah romantic relationship.

            Atraksi-atraksi interpersonal (misalnya dengan menambah kuantitatif komunikasi interpersonal)  juga diperankan oleh ke tiga tokoh untuk menonjolkan romantic relationship dalam sinetron ini, karena makin tertarik kita kepada seseorang makin besar kecenderungan kita berkomunikasi dengan dia (Jalaluddin Rakhmat 1999:110).

Tayangan di televisi yang merupakan salah satu kajian komunikasi massa yang diminati khalayak ramai menggambarkan nilai-nilai masyarakat yang nantinya akan dianut oleh mereka. Di dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini, nilai-nilai masyarakat, tepatnya nilai-nilai sosial disajikan secara visual dan nonvisual. Nilai-nilai sosial tersebut, berhubungan dengan komunikasi interpersonal antar tokoh yang termasuk dalam kategori romantic relationship dalam sinetron. Akan tetapi, terdapat 2 nilai yang dikandung sinetron ini dengan perbedannya masing-masing, yaitu nilai-nilai sosial timur (yang dianut Doel dan Zaenab) dan nilai-nilai sosial barat (yang dianut oleh Sarah).

Seperti halnya konteks budaya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, terdapat perbedayaan budaya dalam penerapan dan penghaapa cinta. Hal ini menyatakan bahwa pengaplikasian cinta tidak hanya sekedar dipengaruhi oleh fenomena biologis atau fenomena insting, konsep keluarga dan lain-lain, tetapi juga dipengaruhi oleh adat dan budaya yang berlaku.

Dalam budaya barat, aplikasi cinta adalah sesuai kehendak pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain, termasuk keluarga sekali pun.  Berbeda dengan budaya di Timur yang sebagian masih ada campur tangan keluarga dalam pencarian jodoh misalnya (http://www.psychologymania.com/2012/02/konsep-cinta-dalam-perbedaan-budaya.html). Kedua aplikasi budaya terebut dapat dilihat dalam peran tokoh Sarah (menganut Budaya barat) menjalin romantic relation dengan Doel dengan memilihnya sebagai kekasih sesuai dengan keinginan pribadinya. Di sisi lain, penggambaran budaya timur, diperankan oleh tokoh Zaenab yang menjalain romantic relationship lewat perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Perjodohan dalam budaya Barat adalah sebuah pelanggaran dalam hak asasi, dan terlalu mencampuri urusan pribadi (individual). Budaya di Timur yang menganut paham kolektif, ini adalah hal yang baik, karena konsep keluarganya berpaham kolektif. Jika terjadi permasalahan dalam sebuah keluarga, maka yang berusaha menjaga kelestarian perkawinan adalah seluruh keluarga besar. Karena, satu keluarga mengalami aib, maka itu adalah aib bagi seluruh keluarga dalam lingkungan yang kolektif (keluaga besar).

Selain berkontribusi di bidang percintaan, kebudayaan juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kepribadian seseorang. Budaya dan kepribadaian memiliki relevansi yang sangat kuat. Perkembangan kepribadian tidak bisa di lepaskan dari pengaruh budaya. Individu berkembang dan tumbuh dalam lingkungan yang nota bene adalah sebuah budaya. Sehingga, tidak ada seorangpun yang hidup di lingkungan tertentu tanpa di pengaruhi oleh budaya (http://www.psychologymania.com/2012/06/budaya-dan-perkembangan-kepribadian.html).

Sarah yang dibesarkan dalam kebudayaan timur-barat (Indo-Belanda) memilki kepribadian yang cemburu dan tidak sabar, berbanding lurus dengan kepribadian umumnya masyarakat yang berkebudayaan barat. Tokoh ini digambarkan sering cemburu akan hubungan Doel dan Zaenab, sementara kepribadiannya yang tidak sabar ditunjukkan oleh adegan Sarah yang pergi meninggalkan Doel selama 10 tahun. Sedangkan Zaenab dan Doel yang besar dan berkembang dalam kebudayaan timur memiliki kepribadian yang sabar. Doel sering membujuk Sarah ketika dia cemburu pada Doel. Kesabaran Zaenab digambarkan lewat adegannya yang selalu sabar menunggu Doel, membawakan makanan untuknya, dan membantu pekerjaan rumah. Pada akhirnya kesabarannya berpuncak pada pernikahannya dengan Doel. Kepribadian yang sabar pada umumnya merupakan cerminan kepribadian masyarakat timur.

Kisah yang digambarkan dalam sinetron ini menarik dan membangun. Secara tidak langsung penonton diajari bagaimana caranya berjuang untuk mencapai kesuksesan. Penanaman nilai-nilai sosial melalui peranan setiap tokoh juga berkontribusi positif untuk keperibadian masyarakat. Sayangnya, pemilihan suku betawi dari antara berbagai jenis suku yang ada di Indonesia kurang mencerminkan identitas bangsa Indonesia sendiri.

Jika ditelusuri dari segi sejarahnya, suku betawi berasal dari hasil perkawainan antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betai sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu, dan Tionghoa (http://emanemancakk.student.umm.ac.id/2010/01/22/makalah-antropologi-hukum-mengenal-sukubetawi/).

Bagi masyarakat betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengahkehidupan budayanya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya, tanpa mempermasalahkan darimana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaannya itu.  Seperti halnya bahasa yang mereka gunakan yaitu bahasa Betawi sendiri merupakan golongan bahasa melayu menurut para ahli.

Ringkasnya, suku Betawi bukan suku yang terlahir alami dengan identitas sendiri, melainkan perpaduan identitas antaretnis sehingga memilih suku Betawi di sinetron Si Doel Anak Sekolahan kurang menggambarkan identitas bangsa Indonesia sendiri.

Perpaduan yang menghasilkan suku Betawi sendiri merupakan fenomena pembentukan identitas budaya yang tidak disengaja (Alo Liliweri, 2003:83).

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ardi, 2012, budaya dan perkembangan kepribadian, http://www.psychologymania.com/2012/06/budaya-dan-perkembangan-kepribadian.html/ diakses 13 Desember 2012, 01.00 pm)

Ardi, 2012, konsep cinta dalam perbedaan budaya http://www.psychologymania.com/2012/02/konsep-cinta-dalam-perbedaan-budaya.html/ di akses 13 Desember 2012, 01.15 pm)

Hardjana, Agus M. 2003. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta. Kanisius.

http://emanemancakk.student.umm.ac.id/2010/01/22/makalah-antropologi-hukum-mengenal-sukubetawi/  di akses 13 Desember 2012, 12.45 am).

Liliweri, Alo. 2002. Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta. LKiS Yogyakarta.

Sutaryo. 2005. Sosiologi Komunikasi. Yogyakarta. Arti Bumi Intaran.

 

 

 

 

 

 

TUGAS BRIDGING COURSE DASPEN

Review Jurnal Komunikasi Interpersonal dalam Sinetron

(Tinjauan mengenai Romantic Relationship dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan)

                                                          

 

 

 

 

 

 

 

DI SUSUN OLEH

SISKA.R.PURBA

25470

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA

DOSEN PEMBIMBING : NUNUNG PRAJARTO

Opini: ALASAN BUKAN AGUNAN BANGSA INDONESIA

Standar

182636_193737343981463_193737157314815_569274_3956276_a

ALASAN BUKAN AGUNAN BANGSA INDONESIA

Menyandang status sebagai Warga Negara Indonesia, tak selalu dilandasi alasan yang memberi keuntungan, baik secara material dan rohani. Sering kita bertanya apa hal yang menahan kita untuk tetap berbaur dengan masyarakat lainnya di negeri ini. Bukan kah seharusnya semua ini menyedihkan?

Di saat masyarakat di negeri lain sibuk berurusan dengan inovasi-inovasi tekhnologi dan informasi, kita sedang menyibukkan diri dengan urusan muatan perut yang sejengkal. Akan tetapi, lihat saja kita selalu punya inovasi untuk tersenyum setiap hari.

Tidak jarang kita disuguhi pemandangan di sudut jalan, anak kecil berjualan koran dan menyemir sepatu setiap hari. Mereka bisa saja  menjadikan jeratan ekonomi sebagai alasan. Namun, semuanya dijalaninya dengan keikhlasan yang indah, keikhlasan menikmati porsi hidup.

Banyak pula generasi penerus  bangsa yang berjuang mengejar ilmu dengan fasilitas lampu seadanya, di saat anak di negeri lain berfasilitaskan tekhnologi terbaru. Ajaibnya, mereka dapat mengolah semangat nya menjadi tekhnologi tersirat, penunjang pembelajaran.

Setiap upacara di hari senin, anak-anak bernyanyi dengan penuh rasa nasionalisme yang berakar, tak peduli dengan kakinya yang sakit saat berjalan jauh kesekolah atau sepatunya yang basah saat menyeberangi sungai. Dengan berdiri tegap di bawah terik matahari, mereka nyanyikan lagu kebangsaan.

Kajian histori juga tidak memberi alasan kuat bagi pulau-pulau di Indonesia terintegrasi. Sekali pun ada perjanjian terlegitimasi yang menyatukannya, bukan tidak mungkin penduduk dari sabang sampai merauke memilih berpisah dari Indonesia. Masyarakat bisa saja memilih kembali ke jaman sebelum kemerdekaan, ketika mereka membentuk kerajaan-kerajaan besar yang lebih menguntungkan.

Sudah menjadi hal lumrah bagi masyarakat Indonesia menolong masyarakat yang mengalami kecelakaan. Terdorong oleh kasih, tidak jarang mereka membawa korban ke rumah sakit hingga membayar seluruh biaya pengobatan nya.

Di beberapa negara di luar negeri bahkan membuat peraturan bahwa menolong masyarakat yang mengalami kecelakaan dan tindakan kriminal, adalah kewajiban pihak yang berwajib. Mereka hanya berhak melaporkan peristiwanya kepada yang berwajib,tersiratnya rakyat dibatasi untuk berbagi kasih. Masyarakat yang hanya lalu lalang di depan korban kecelakaan atau kejahatan kriminal menjadi hal yang biasa karena dipicu peraturan di atas. Untuk peristiwa seperti ini, masih kah kita butuh alasan?  Sepantasnya tidak.

Terdengar hebat dan aneh, Indonesia memiliki banyak jenis suku dan bangsa tetapi terintegrasi dalam jangka waktu panjang. Bahkan masih banyak masyarakat Indonesia yang hanya mengetahui bahasa asli daerahnya tetapi masih bisa bangga akan merah putihnya. Sulit dibayangkan interaksi yang terjadi ketika penduduk Indonesia yang berbeda suku bertemu yang terpikirkan hanya lah konflik dan saling mencurigai. Akan tetapi, tatapan kebangsaan yang sama menghantarkan mereka berkomunikasi simbolik.

Para ibu di luar negeri mungkin akan mencemooh dan menganggap remeh ibu-ibu di Indonesia dengan asumsi memiliki kebiasaan menghabiskan waktu dengan percuma.

Memasak makanan instant oleh ibu di luar negeri menjadi pilihan menghemat waktu. Sementara ibu di Indonesia masih punya waktu mengulek sambal terasi, menumis sayuran, menyajikan pepes ikan, dan makanan sehat lainnya. Dapur menjadi surga mereka, seolah waktu yang mereka punya tidak akan berlalu.

Wanita di luar negeri juga tidak habis pikir mengapa wanita-wanita di tanah air ini sering boros waktu dengan berbincang-bincang, bukan kah waktu adalah uang?

Ketika mereka menyebut waktu adalah uang, wanita di Indonesia akan menyebut dengan manis waktu adalah kasih. Berbincang tidak akan mengorek saku. Jika ditanyai, wanita-wanita itu akan tersenyum dan menjawab bahwa mereka sedang berbagi kasih. Kasih untuk menyelesaikan masalah wanita lainnya, kasih untuk membebaskan kepenatan, kasih untuk merangkul satu dengan yang lainnya, bukankah ini kebiasaan yang indah?

Ruang keluarga di negeri ini adalah surganya rumah. Canda, tawa, cerita bahagia, cerita keluh kesah, semuanya terumbar oleh setiap anggota keluarga.Berkumpul dengan anggota keluarga selalu menjadi moment yang ditunggu-tunggu. Berbeda dengan keluarga di luar negeri, mereka memang berada pada ruang yang sama, tetapi tidak ada perbincangan, semua sibuk dengan alat elektronik masing-masing.

Jika krisis moneter terulang kembali, Indonesia akan menjadi negara yang bertahan lama. Masyarakat sudah terlatih dengan apa yang masyarakat luar negeri katakan kepahitan hidup. Penduduk negeri ini selalu mempersiapkan senyum pertahanan di setiap moment.

Di negara lain, perekonomian selalu masalah utama yang menyelimuti penduduk karena menyangkut kebutuhan badaniah yang harus segera dipenuhi. Akan tetapi, menemukan seorang pedagang makanan yang  tetap tersenyum meskipun barang dagangannya yang laku setengah harga sama banyaknya dengan investor di negara lain yang jatuh sakit karena sahamnya merugikan.

Negara atau belahan dunia mana lagi seperti negeri ini? Kebudayaan yang paling modern hingga yang paling primitif bersarang disini. Masyarakat yang mengandalkan ilmu gaib dan pengguna tekhnologi modern hidup berdampingan di daratan yang sama. Uniknya, paradigma yang berbeda tidak merusak hubungan mereka.

Banyak fakta, menurut versi masyarakat luar negeri yang mengasumsikan kita tidak punya kebahagiaan di negeri ini. Bahagia atau tidak nya kita di negeri ini adalah pilihan anggapan setiap pribadi. Indonesia adalah wadah kebahagiaan, kita tidak perlu selalu mencari alasan dengan menumbalkan negeri ini untuk bahagia  karena ini indonesiaku, Indonesia kita semua. Tak ada alasan untuk mempertanyakan keindonesiaan lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BIODATA

Nama penulis              : Siska Purba

Tempat tanggal lahir   : Kecamatan Siborongborong, Kabupaten Tapanuli Utara, Provinsi Sumatera Utara, 17 Desember 1992

Nomor ponsel              : 085270508586

Nama kampus             : Universitas Gajah Mada,  Yogyakarta

Alamat rumah              : Jalan Kaliurang Km 5, Gang gayam Sari IV H1B, Asrama Putri Rahayu

Twitter                                    : @Siskapurba1

Facebook                    : Siska Purba

 

 

MENYAPA MALAM :) (Childish :D)

Standar

253695_566565770044760_1542296807_n

 

MENYAPA MALAM J

Hy malam,

Q ingin brtanya?

Seberapa jauh kah jarak antara Q dn rumah ibu Q sekarang?

Bagaimana jika mengukur nya dengan rasa rindu?

Seperti nya terasa sangat dekat, Q yakin kmu setuju dengan ku

 

Hy malam, . .

Sesudah semua yang berlalu,

Apakah Q masih kurang dewasa?

Sepertinya Q sudah mulai mendekati tahap itu

 

Hy malam, . .

Sekarang Q benci untuk menyukai seseorang

Kau tw Q begitu perasa

Yang Q punya hanya mind set yg penuh peranan hati dan hati, dan hati lagi

Tapi kw tw, Q tidak menyesal

Bukan kah ini sebuah anugerah?

ūüėČ

 

Hy malam, . .

Hari ini Q begitu bahagia menjalani kuliah ku

Sepertiny Q sudah semakin dewasa

Dewasa tuw dinilai ketika frekuensi bahagia dn syukur kita semakin besar dalam kondisi apa pun

Ku yakin kmu setuju dengan ku

ūüėČ

 

 

Hy malam, . .

Sebentar lagi Q uts

Semoga Q bisa lakuin yg tbaik lagi d sem ne

Sampaikan salam Q bwt Sang Pencipta,

Katakan Q sungguh butuh bimbingan Nya

 

Hy malam, . .

Q sangat merindukan ibuku dan keluarga Q sekarang

Bisakah kau sampaikan bahwa Q baik2 saja dsni?

Sampaikan juga Q sangat merindukan mereka

Hanya mereka yg mengerti Q sepenuhnya

 

Hy malam, . .

Bisakah Q meminta satu pelukan dari bulan mu sekarang?

Ayolahhh, sedikit berbagi kebahagiaan

ūüėČ

 

Hy malam, . .

Apakah Q terlalu cerewet saat ini?

Hahag,

Jngan marah

Aku menyayangimu

J

 

Hy malam

Q mencoba seperti anak yang manis malam ne

Mungkin ne sedikit kekanak kanakan

Tapi Q hanya ingin menyapa mu saja lewat tulisan ne

 

Hy malam, . .

Bisakah besok kn berlalu lebih manis lagi?

Mungkin lebih bnyak kuantitas senyum dan sapaan, serta ucapan syukur

 

Hy malam, . .

Q kembali belajar mendoakan orang lain sekarang

Ne sangt menyenangkan

Seperti kw menikmati es krim saat cuaca panas dan terik

 

Hy malam, . .

Sampaikn juga pada Sang pencipta

Q ingin d ajari untuk memiliki kasih yang lebih lagi

Kasih itu mendamaikan hari Q dan melembutkan hati ku

 

Hy malam, . .

Sampaikan maaf ku juga ya pada teman2 ku

Q sering buat mereka sedih

 

 

Hy malam, . .

Q ingin tidur

Semoga esok kita bertemu lagi dan bercerita kembali

Bisakah kau melakukan sesuatu untukku?

Aku ingin kw menyapa teman ku yang sedang bersedih

Atau mungkin kehilangan semangt belajar

Sampaikan pada mereka,

Bhwa kw juga akn menyapa ny esok hari

 

Hy malammm,

Selamat malam

J ūüėÄ