REVIEW JURNAL Kebudayaan Timur dan Barat dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan

Standar

 

REVIEW JURNAL

Kebudayaan Timur dan Barat dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan 

            Interaksi kita dengan orang lain memiliki tingkat keeratan dan rasa keterikatan  yang berbeda. Di antara mereka, ada yang hanya menjadi orang asing untuk kita dan ada juga  yang menjadi kenalan bagi kita. Kita mengetahui nama, alamat, dan identitas formal lainnya milik mereka. Sedikit lebih sering berinteraksi dan pengetahuan kita tentang mereka lebih banyak, sering dinamakan teman.

Naik setingkat, kita menamai mereka sahabat. Sahabat adalah orang yang kita beri tempat khsusus dalam hati kita. Kita mempercayainya, hubungan kita dengannya sejajar, timbal-balik, dan bersifat saling mengembangkan, tak ada yang menjadi parasit bagi yang lainnya. Kenalan, sahabat, dan teman dapat sama atau berbeda jenis.

Jika dari antara mereka ada yang berlawanan jenis dengan kita dan kita saling menjagai untuk pada suatu saat membangun keluarga menjadi suami-istri maka orang itu menjadi kekasih kita. Hubungan kita dengannya jauh lebih komplit daripada hubungan kita dengan sahabat, hubungan ini lah yang sering disebut romantic relationship.Dengan kenalan, teman, sahabat, dan kekasih itu kita saling berkomunikasi melalui komunikasi interpersonal.

Komunikasi interpersonal adalah  interaksi tatap muka antar dua atau beberapa orang yang pengirimnya dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menyampaikan pesan secara dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula ( Agus M. Hardjana, 2003:85).

Salah satu cakupan dalam  komunikasi interpersonal adalah romantic relationsip . Cakupan ini sering digambarkan lewat tayangan audio visual televisi. Media ini dipilih untuk menayangkan gambaran kisah romantic relation karena diminati oleh masyarakat. Televisi sendiri merupakan salah satu bentuk komunikasi massa.

Kehadiran televisi di Indonesia semakin eksis dengan adanya tayangan sinetron. Pada umumnya sinetron yang diminati masyarakat Indonesia adalah sinetron yang mencitrakan romantic relationship. Kisah romantic relationship yang di kaji oleh penulis adalah sinetron betawi yang berjudul Si Doel Anak Sekolahan.

Penulis tertarik untuk mengulas sinetron ini lebih lanjut karena memiliki keunikan, yaitu menceritakan kisah percintaan yang melibatkan 3 insan dengan 2 latar belakang budaya  yang berbeda.

Secara umum, metode yang digunakan penulis dalam mengulas sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini adalah metode kualitatif, tetapi di dukung oleh data kuantitatif yang mengakuratkan hasil ulasan.

Awalnya, sinetron yang perdana ditayangkan di RCTI ini bercerita tentang pengorbanan keluarga Doel untuk memenuhi kebutuhan pendidikannya (kuliah) dengan menjual tanah warisan keluarga mereka. Kemudian, kisah nya berlanjut pada cinta segitiga antara Kasdoelah, seorang pemuda asli betawi (dipanggil Doel) diperankan oleh Rano Karno, Zaenab ( pemudi asli betawi yang masih memiliki hubungan saudara jauh dengan Doel) diperankan oleh Maudy Koesnadi , dan seorang wanita keturunan Indo-Belanda yang bernama Sarah (diperankan oleh Cornelia Agatha).

Kisah Si Doel bergelut dengan berbagai jenis pekerjaan yang tidak menjanjikan sebelum sukses berkarir juga diceritakan dalam sinetron ini.

Pendalaman karakter saat bermain menghantarkan langkah pemeran sinetron ini merengkuh kesuksesan. Masyarakat Indonesia umumnya meminati film ini. Selain karena kisah nya yang dekat dengan masyarakat (mengangkat corak kebudayaan betawi dalam penyajian sinetron) juga karena penontonnya didominasi oleh kaum wanita yang umumnya menyukai kisah romantic relationship.

            Atraksi-atraksi interpersonal (misalnya dengan menambah kuantitatif komunikasi interpersonal)  juga diperankan oleh ke tiga tokoh untuk menonjolkan romantic relationship dalam sinetron ini, karena makin tertarik kita kepada seseorang makin besar kecenderungan kita berkomunikasi dengan dia (Jalaluddin Rakhmat 1999:110).

Tayangan di televisi yang merupakan salah satu kajian komunikasi massa yang diminati khalayak ramai menggambarkan nilai-nilai masyarakat yang nantinya akan dianut oleh mereka. Di dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan ini, nilai-nilai masyarakat, tepatnya nilai-nilai sosial disajikan secara visual dan nonvisual. Nilai-nilai sosial tersebut, berhubungan dengan komunikasi interpersonal antar tokoh yang termasuk dalam kategori romantic relationship dalam sinetron. Akan tetapi, terdapat 2 nilai yang dikandung sinetron ini dengan perbedannya masing-masing, yaitu nilai-nilai sosial timur (yang dianut Doel dan Zaenab) dan nilai-nilai sosial barat (yang dianut oleh Sarah).

Seperti halnya konteks budaya yang mempengaruhi kehidupan masyarakat, terdapat perbedayaan budaya dalam penerapan dan penghaapa cinta. Hal ini menyatakan bahwa pengaplikasian cinta tidak hanya sekedar dipengaruhi oleh fenomena biologis atau fenomena insting, konsep keluarga dan lain-lain, tetapi juga dipengaruhi oleh adat dan budaya yang berlaku.

Dalam budaya barat, aplikasi cinta adalah sesuai kehendak pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain, termasuk keluarga sekali pun.  Berbeda dengan budaya di Timur yang sebagian masih ada campur tangan keluarga dalam pencarian jodoh misalnya (http://www.psychologymania.com/2012/02/konsep-cinta-dalam-perbedaan-budaya.html). Kedua aplikasi budaya terebut dapat dilihat dalam peran tokoh Sarah (menganut Budaya barat) menjalin romantic relation dengan Doel dengan memilihnya sebagai kekasih sesuai dengan keinginan pribadinya. Di sisi lain, penggambaran budaya timur, diperankan oleh tokoh Zaenab yang menjalain romantic relationship lewat perjodohan yang dilakukan oleh kedua orang tuanya.

Perjodohan dalam budaya Barat adalah sebuah pelanggaran dalam hak asasi, dan terlalu mencampuri urusan pribadi (individual). Budaya di Timur yang menganut paham kolektif, ini adalah hal yang baik, karena konsep keluarganya berpaham kolektif. Jika terjadi permasalahan dalam sebuah keluarga, maka yang berusaha menjaga kelestarian perkawinan adalah seluruh keluarga besar. Karena, satu keluarga mengalami aib, maka itu adalah aib bagi seluruh keluarga dalam lingkungan yang kolektif (keluaga besar).

Selain berkontribusi di bidang percintaan, kebudayaan juga memiliki pengaruh yang besar terhadap kepribadian seseorang. Budaya dan kepribadaian memiliki relevansi yang sangat kuat. Perkembangan kepribadian tidak bisa di lepaskan dari pengaruh budaya. Individu berkembang dan tumbuh dalam lingkungan yang nota bene adalah sebuah budaya. Sehingga, tidak ada seorangpun yang hidup di lingkungan tertentu tanpa di pengaruhi oleh budaya (http://www.psychologymania.com/2012/06/budaya-dan-perkembangan-kepribadian.html).

Sarah yang dibesarkan dalam kebudayaan timur-barat (Indo-Belanda) memilki kepribadian yang cemburu dan tidak sabar, berbanding lurus dengan kepribadian umumnya masyarakat yang berkebudayaan barat. Tokoh ini digambarkan sering cemburu akan hubungan Doel dan Zaenab, sementara kepribadiannya yang tidak sabar ditunjukkan oleh adegan Sarah yang pergi meninggalkan Doel selama 10 tahun. Sedangkan Zaenab dan Doel yang besar dan berkembang dalam kebudayaan timur memiliki kepribadian yang sabar. Doel sering membujuk Sarah ketika dia cemburu pada Doel. Kesabaran Zaenab digambarkan lewat adegannya yang selalu sabar menunggu Doel, membawakan makanan untuknya, dan membantu pekerjaan rumah. Pada akhirnya kesabarannya berpuncak pada pernikahannya dengan Doel. Kepribadian yang sabar pada umumnya merupakan cerminan kepribadian masyarakat timur.

Kisah yang digambarkan dalam sinetron ini menarik dan membangun. Secara tidak langsung penonton diajari bagaimana caranya berjuang untuk mencapai kesuksesan. Penanaman nilai-nilai sosial melalui peranan setiap tokoh juga berkontribusi positif untuk keperibadian masyarakat. Sayangnya, pemilihan suku betawi dari antara berbagai jenis suku yang ada di Indonesia kurang mencerminkan identitas bangsa Indonesia sendiri.

Jika ditelusuri dari segi sejarahnya, suku betawi berasal dari hasil perkawainan antaretnis dan bangsa di masa lalu. Secara biologis, mereka yang mengaku sebagai orang Betawi adalah keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa yang didatangkan oleh Belanda ke Batavia. Apa yang disebut dengan orang atau suku Betai sebenarnya terhitung pendatang baru di Jakarta. Kelompok etnis ini lahir dari perpaduan berbagai kelompok etnis lain yang sudah lebih dulu hidup di Jakarta, seperti orang Sunda, Jawa, Arab, Bali, Sumbawa, Ambon, Melayu, dan Tionghoa (http://emanemancakk.student.umm.ac.id/2010/01/22/makalah-antropologi-hukum-mengenal-sukubetawi/).

Bagi masyarakat betawi sendiri segala yang tumbuh dan berkembang di tengahkehidupan budayanya dirasakan sebagai miliknya sendiri seutuhnya, tanpa mempermasalahkan darimana asal unsur-unsur yang telah membentuk kebudayaannya itu.  Seperti halnya bahasa yang mereka gunakan yaitu bahasa Betawi sendiri merupakan golongan bahasa melayu menurut para ahli.

Ringkasnya, suku Betawi bukan suku yang terlahir alami dengan identitas sendiri, melainkan perpaduan identitas antaretnis sehingga memilih suku Betawi di sinetron Si Doel Anak Sekolahan kurang menggambarkan identitas bangsa Indonesia sendiri.

Perpaduan yang menghasilkan suku Betawi sendiri merupakan fenomena pembentukan identitas budaya yang tidak disengaja (Alo Liliweri, 2003:83).

 

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Ardi, 2012, budaya dan perkembangan kepribadian, http://www.psychologymania.com/2012/06/budaya-dan-perkembangan-kepribadian.html/ diakses 13 Desember 2012, 01.00 pm)

Ardi, 2012, konsep cinta dalam perbedaan budaya http://www.psychologymania.com/2012/02/konsep-cinta-dalam-perbedaan-budaya.html/ di akses 13 Desember 2012, 01.15 pm)

Hardjana, Agus M. 2003. Komunikasi Intrapersonal dan Interpersonal. Yogyakarta. Kanisius.

http://emanemancakk.student.umm.ac.id/2010/01/22/makalah-antropologi-hukum-mengenal-sukubetawi/  di akses 13 Desember 2012, 12.45 am).

Liliweri, Alo. 2002. Makna Budaya dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta. LKiS Yogyakarta.

Sutaryo. 2005. Sosiologi Komunikasi. Yogyakarta. Arti Bumi Intaran.

 

 

 

 

 

 

TUGAS BRIDGING COURSE DASPEN

Review Jurnal Komunikasi Interpersonal dalam Sinetron

(Tinjauan mengenai Romantic Relationship dalam Sinetron Si Doel Anak Sekolahan)

                                                          

 

 

 

 

 

 

 

DI SUSUN OLEH

SISKA.R.PURBA

25470

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

ILMU KOMUNIKASI

UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA

DOSEN PEMBIMBING : NUNUNG PRAJARTO

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s