:GALAU itu menular? “

Standar

155660_433215893438444_887602007_n 558467_430829713677062_66111414_n

 

 

You’ve been on my mind

I grow fonder every day,

Lose myself in time

Just thinking of your face

God only knowsWhy it’s taking me so long

To let my doubts go

You’re the only one that I want

Bagian lirik lagu yang menyenang kan bukan?

hahag

yahhh, menyenangkan untuk menggalaukan

😀

Setelah beberapa hal yang terlewati,  terutama dengungan status d fb dan kicauan d tw, pernahkah kau berpikir kalau ternyata banyak hal yang menular di dunia ni?

well, tawa dan senyum itu menular, tu lah sebab ny d beberapa negara banyak orang yang membentuk komunitas tawa. Sekilas memang aneh, tetapi setidaknya setiap moment yang mereka habiskan adalah hal yang menyenangkan.

Di pagi hari, pada hari ayng ditentukan pula, anggota komunitas ini berlatih tertawa. Awalnya mereka berpura pura tertawa, namun pada akhir nya mereka sunggug-sungguh tertawa. Itu karena memang tawa menular, ketika mereka saling memandang wajah teman nya yang tertawa, secara tidak langsung ekspresi tawa tersebut menstimulus lawan pandang nya untuk tertawa juga.

okay, itu fakta tentang tawa yang menular, kemudian saya berpikir bahwa galau juga menular,

🙂

tidak percaya?

beberapa hari terakhir ini aku mencoba focus on untuk smua tweet di tw ku yang berkicau ria tentang kegalauan. Kuantitas akun tw yang berkicau tentang umbaran kegalauan, solusi kegalauan, mencegah (tepatnya lari dari kegalauan) kegalauan, penghiburan buat makhluk galau, semakin bertambah. Banyak juga akun- akun tw yang konyol bermunculan, mempelesetkan (tepatnya membully) kegalauan seseorang.

Right, aku mencoba mencerna setiap uantaian kata-kata yang membawa kebatinan terinfeksi virus galau. Awalnya memang semua baik-baik saja tetapi berselang beberapa hari, bersentuhan dengan akun yang totally membahas kegalauan menjadikan mind set ku pun mulai menghubung hubungkan dan mengidenikkan keberadaan sosok lawan jenis ku dengan umbaran akun tw tersebut.

Sekali mencoba menikmati umbaran tersebut, saya semakin terjerat, sensitivitas wanita saya mulai mengajak ku untuk mewek. Okay, tepatnya aku mulai mengidentikkan perasaan ku dengan umbaran akun tw tersebut. Finally, aku terkena galau.

Yup, simple and long

begitulah proses penularan galau menurutku

kita gak harus melakukan koneksi langsung dengan orang lain, untuk terinfeksi virus galau ini,kita hanya butuh mengidentikkan keadaan kita dengan umbaran galau d media untuk terjerat dengan itu.

trus, move on ny pie?

hahag,

simple, kalau terinfeksinya hanya lewat media, manage lah timing dan mind set, untuk tidak bersentuhan dengan akun-akun sperti itu, setidaknya mengurangi frekuensi nya, kemudia isi hari mu dengan kesibukan lain

 

#wahhhhh,

mash ad st matkul uts lgi, n i must prepare it

okayyy

i know it’s simple and maybe not important, but i just want share my opinion

:))

😀

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s