Monthly Archives: Juni 2013

SEMU dan AIRMATA

Standar
SEMU dan AIRMATA

SEMU dan AIRMATA
Kemudian hari ini seperti hari kemarin lagi
Menangisi keabsurd an yang konkret
Berharap pelangi berbentuk garis lurus
Berharap jamur tumbuh di padang pasir

Kemudian hati bisa apa?
Ketika pada akhirnya logika memaki
Memandu kesenduan yang absurd
Menapaki gelap dan licin nya kesemuan

Kemudian ketika air mata mengalir deras
Akan kah semu menjadi nyata?
Bilakah langkah mu kan terlihat mendekat?
Bagai berharap fatamorgana terjadi di nirwana

Kemudian ketika hati terbuka untuk mu?
Apakah ada langkah kakimu menghampiri?
Bahkan bayang semumu di dalam mimpi pun enggan menghampiri
Bak mendulang pasir di padang pasir

Kemudian ketika tua ku agunan penantian ku untuk mu
Akan kah kau sedikit saja memalingkan wajah untuk ku?
Bahkan, melirik sinis pun engkau enggan
Yahhh, sudah lah
Ini memang, semu, semu yang konkret
Berakar pahit kembali
Semoga waktu akan mengerosikan bayang mu , . .
Create own : Siska