Standar

207944_1017855335270_7123588_n“GO HOME YOU ARE DRUNK”
“Hai kk, . .
Duluan ya kk, . .”
“Anak siapa mu itu?”
“Owh, kakak kelas ku kiannya itu pas SMA”
“lalap kakak kelas, yang segudang nya kalian disini?”
“Hahag, iya lah da, gak percuma pindah kampung dah kesini”
Percakapan singkat di atas banyak di alami beberapa dari kita dan jika hal ini terjadi banyak juga di antara kita yang merasakan rasa bangga yang terselip.
Sepuluh tahun sudah keluarga kita ini menggoreskan jejak di Yogyakarta ini. Menorehkan beribu warna cerita cinta kekluargaan.
Di mulai dari rencana berangkat ke Yogyakarta. Awalnya pasti banyak keraguan dan ketakutan, mulai dari membayangkan kondisi lingkungan yang asing, takut gak ada yang di kenal di Yogya, takut susah beradaptasi, takut susah move on dari makanan rumah, nambah lagi repetan mamak ungkapan kekhawatirannya (biasa lah mamak2 batak :D).
“Agah, betulnya di jemput nanti aku di bandara?
“Kenalnya nuaeng orang abg ma kk itu sama ku?
“kalau lupa orang itu kekmana? Mampus lah ak”
“atau ku telpon aja lah nanti memastikan bah, tapi segan aku, da aku yang minta jemput”

Hahag, . . .
Masih ingat ma kekhawatiran-kekhawatiran seperti di atas?
Kalau di ingat-ingat lagi sekarang jadi lucu pasti. Apa lagi kalau da sering ketemu ma kk atau abg yang menjemput kita yang awalnya kita kira sangar ternyata leluconable nya.
Kalau orang nanya apa yang bisa buat kita kangen ABUSYO? Aku mikirnya tinggal hadir kan aja kembali di ingatan kita semua moment tentang makrab. Kita bisa ketemu plus bersenang-senang sama orang-orang baru disini. Hal yang menyentuh itu waktu BPH membasuh kaki maba. Di paguyuban mana lagi atau di organisasi mana lagi kita temukan hal yang semenyentuh ini? Pendeta aja yang udah diakui jadi hamba Tuhan yang melayani semua kalangan masyarakat kalau membaptis kepala anak kecilnya nya ajanya di basuh. Mengharukan kan??
Sesudah makrab , udah banyak ngantri moment-moment yang menyenangkan dan mengejutkan. Di mulai dari kumpul angkatan, temu kangen, natal, taon baruan, paskah, sampe makrab lagi.
Kalau ditanya apa enaknya datang temu kangen tiap bulan? Aikh banyak x pun da gak terjejerkan lagi. Kalau datang pas temu kangen jadi nambah lagi skill pasang muka melas (pas ditagih uang kas ini :D), tambah pengetahuan tentang jenis snack kiloan (gak penting kali :D), nambah koleksi photo, karena kapan aja, dimana pun, pasti ada tiba-tiba yang inisiatif jadi photografer amatir (awalnya dah, sesudah 2x jepret jadi minta d poto lebih banyak lagi :D), gk lupa juga bisa menikmati kue ultahnya anggota ABUSYO yang ultah lainnya sambil kombur 24 SKS :D.
Di ABUSYO juga kita sama-sama menikmati event terupdate. Natal orang, natalnya kita, paskah orang, paskah nya kita, makrab orang makrabnya kita, update lah pokoknya. Uniknya kepanitiaan atau kesibukan pas mau dekat event besar di ABUSYO itu kegiatan danusnya lah. Karena danus ma ABSUYO lah banyak kita kenal variasi kegiatan danus.
Mulai dari jubung, ngamen, jual es teh ma bakpao, ma jual baju bekas. Lewat kegiatan-kegiatan ini lah muncul ke permukaan skill skil tersembunyi anak Abusyo, tiba-tiba banyak yang jadi ahli marketing semua trik di coba.
“ Mba, mau mawar birunya aj deh”
“ak punya uang Cuma 1000, bisa gk mbak?
Banyak dialog yang kita dapatkan waktu berjuang jubung di lampu merah., meskipun banyak dialog nya itu gak penting kali. Kadang ada yang minta mawar biru lagi padahal jelas-jelas yang di jual Cuma mawar merah, pink, ma putih. Ada yang nawar harganya 1000, modalnya pun gak nyampe. Tapi memang pengalaman yang di dapat lumayan lah menambah referensi kisah aneh bertemu pembeli, hahag.
Enaknya pas ngamen itu kalau yang datang rame. Apa lagi kalau lagi pas enak2 nya mood ank ABUSYO yang lain. Bisa satu album di satu tempat ikut sama jogetnya. Ngamen juga gak lepas dari trik. Kalau di liat banyakan orang kulit hitam pendengarnya di nyanyikan lah lagu “NYONG”, meskipun sebenarnya suaranya banyakan fals (untung lah ada alat musik yang menutupi), tapi peduli apa lah yang penting kebersamaan itu nya dah.
“Ikh, gk bisa gitu lah bu, sanggupnya ibu, modalnya pun gak nyampe. .”
“teganya ibu menawar segitu, tambah lah sikik buk, . .”
“Ini tiga-tiganya seribu aj deh mbak, ini karetnya udah molor, ini juga dah gak cerah lagi warnanya, ini resletingnya udah lepas, bla bla bla, “
“kalau gk mau ibu gak usah, beli di tempat lain aja lah”
“bereng hamu namboru na sadaon da etak beha ilarihon annon baju na di tanganna i, songon na asing do leak na”
“nenget2 dok bg, etak beha do boru silalahi muse i”
😀
Hahag, . .
Jual baju bekas memang danus yang agak capek sikik. Krna harus berangkat subuh ke pasar. Belum lagi harus adu mulut ma inang2 jawa, tapi intinya kayaknya “kalau di repeti, repeti balik lagi”. Memang modalnya gk ada dari panitia sendiri, tapi ngeri juga dengarnya, waktu di tawar 3 seribu kaos yang masih bagus dah bermerek, emosi lah da, secara kaos saudara awk ditawar murah, apa gk kumat batak awk
😀
Gak terasa da 10 tahun ABUSYO da banyak kisah yang ditorehkan dan orang yang dilibatkan. Abusyo memang rumah kita bersama. Bermula dari kisah kecil dan sederhana di rumah kecil kita ini, hingga akhirnya kita di berangkatkan ke gedung besar pekerjaan.
Meskipun banyak orang datang dan pergi, tetapi banyak juga yang tetap jaga rumah kita. Banyak abg2, kk2, kawan2 yang sayang sama ABUSYO. Walaupun banyak yang mencoba pergi, tapi banyak juga yang menjagai dan menunggui rumah kita ini sampe akhirnya datang lagi. Mereka gk pernah menuntut hal besar, sederhananya hanya mau bilang “Kalau pergi dari rumah, semoga kangen dan pulang lagi ke rumah”.
Bayang kan sepuluh tahun sudah, tapi tetap ada keluarga kita yang dengan setia menjagai rumah kita ini. Kecil kemungkinannya kalau mereka melakukan itu karena di bujuk oleh angkatan sebelumnya ((orang batak mana pintar membujuk) kalau pun ada gk kan mungkin punya dampak besar sampe buat mereka bertahun-tahun tetap setia. Intinya “ mereka puya modal awal cinta kecil untuk ABUSYO yang setiap saat beriplikasi hingga memenuhi hatinya”.
Kontribusi apa yang di tuntut untuk sepuluh tahun ini?
Sebenarnya bukan termasuk dalam klasifikasi tuntutan, karena kita basic nya keluarga, hanya berdasarkan asas rela. Ibarat anak sepuluh taon, ABUSYO juga kedepan nya akan melewati tahap pubertas yang penuh dengan kelabilan. Akan banyak pilihan dan godaan ke depan yang buat kita meninggalkan atau bahkan lupa total dengan ABUSYO.
Tapi intinya, mulai lah kita ngasih secuil saja cinta kita untuk ABUSYO, jadi waktu kita pernah mencoba pergi, kita akan kangen lagi ma rumah kita ini. Memang secara langsung ABUSYO gk ngasih dampak buat kita, tapi kyak kata abg kelas” jadi kan lah ABUSYO jadi tempat mu berinvestasi maka berkatnya akan datang dari luar”. Saling mengingatkan satu sama lain ketika rasa kangen itu mulai pudar.
SELAMAT ULTAH ABUSYO KU, . .
SELAMAT 10 TAHUN,makin ganteng, makin cantik, makin bijak, makin semua
:*

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s