Standar

siskailkom12

hujan-1

“Haloo”, sapaku kembali padanya, namun dia yang juga merupakan bagian dari mereka hanya menoleh kemudia terjatuh kembaliimage201311110046

“Hi”,ujarku kepada dia yang satu, aku berharap mengubah ucapan sapaanku akan membuatnya bertahan, akan tetapi sayang sekali, seperti yang lainnya terjatuh kembali.

“Hei”, ucapku pada dia yang berbeda. Ajaib, dia belum terjatuh.

Aku pun melanjutkan percakapanku,”bisakah aku berbagi cerita denganmu?”.

Dengan sekuat tenaga dia mencoba untuk tidak terjatuh dan mengiyakanku. Sayang sekali angin, si murder datang dan dia yang berbeda terjatuh dan terbagi menjadi beberapa tetesan.

Aku sedih telah membuatnya merasakan itu.

“Maaf”, kataku dengan suara mengecil.

Aku tahu dia tidak akan pernah bisa mendengarkan dan merasakan rasa maafku, tetapi setidaknya aku mencoba meyatakan simpatiku pada dia dan mereka.

Dia-dia yang lainnya datang dan terhempas semakin cepat dan membunyikan suara yang keras.

“Dia”, tiba-tiba terjatuh tepat diatas hidungku. Aku pun tertegun sejenak. Tidak butuh 3 detik adegan itu terjadi.

Hanya hitungan kedua dia…

Lihat pos aslinya 164 kata lagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s